BROOKLYN – Album terbaru Upper Wilds, Mercury, segera hadir, menandai kelanjutan eksplorasi band terhadap tema eksistensial dengan intensitas sonik yang lebih tajam.
Upper Wilds, trio noise rock asal Brooklyn yang terdiri dari Dan Friel, Jason Binnick, dan Jeff Ottenbacher, akan merilis album keempat mereka, Mercury, pada 28 Agustus 2026 melalui Thrill Jockey. Album ini menjadi seri keempat dalam diskografi bertema planet mereka, menyusul Mars, Venus, dan Jupiter. “Mercury” juga menjadi lagu utama yang telah diluncurkan dari proyek ini.
Proses rekaman Mercury diarsiteki oleh Travis Harrison di Serious Business, DUMBO, Brooklyn, dengan kontribusi musisi seperti Jeff Tobias pada EWI dan saksofon, serta Erin Dawson dari Genital Shame untuk vokal latar. Album ini juga memasukkan sampel angin matahari dari NASA, menambahkan dimensi kosmik pada narasi personal Dan Friel tentang pengalaman kanker kulitnya.
Sebuah Meditasi tentang Kematian dan Kerapuhan Eksistensi
“Mercury” dari Upper Wilds adalah eksplorasi mendalam tentang kerapuhan eksistensi dan kematian, menandai angsuran keempat dalam seri album bertema planet mereka. Vokalis Dan Friel mengungkapkan bahwa pengalaman personalnya dengan kanker kulit menjadi inspirasi utama, menggunakan matahari sebagai metafora yang berubah menjadi ancaman. Konsep ini meluas untuk mengurai krisis iklim dan kapitalisme, yang dapat diakses lebih lanjut melalui makna di balik lagu Mercury dari Upper Wilds.
Lirik pembuka “Mercury”, “Everything looks like fuel to a fire,” menggambarkan konsumsi tak terpuaskan, di mana segala sesuatu menjadi bahan bakar bagi api yang terus berkobar. Upper Wilds menyamakan api ini dengan kekuatan seperti internet atau kapitalisme, menciptakan urgensi yang membakar. Transformasi menjadi “Mercury” melambangkan kondisi ekstrem dan panas tak tertahankan, seperti permukaan planet itu sendiri. Ini adalah metafora kuat tentang kehancuran yang tak terhindarkan.




Be the first to share your thoughts on this article.