SEOUL – Setelah sembilan tahun, TAEYANG meluncurkan album penuh keempatnya, QUINTESSENCE, pada 18 Mei 2026, menetapkan arah baru bagi ikon K-pop ini.
TAEYANG merilis album studio keempatnya, QUINTESSENCE, pada 18 Mei 2026, menandai kembalinya solo penuh setelah sembilan tahun sejak White Night. Album ini diluncurkan bertepatan dengan ulang tahunnya, dan “BAD” berfungsi sebagai lagu pembuka. Produksi “BAD” ditangani oleh tim asal Amerika Serikat, The Stereotypes, menghadirkan nuansa yang lebih gelap dan berorientasi performa.
Album QUINTESSENCE, yang secara pribadi dinamai oleh TAEYANG, mengeksplorasi pencarian “esensi” atau identitas inti sang artis di tengah perayaan 20 tahun Big Bang. Proyek ini menampilkan kolaborasi dengan The Kid LAROI, Tarzzan, dan Woochan dari AllDay Project. TAEYANG sebelumnya tampil di Coachella pada April 2026 dan memiliki jadwal tur dunia yang dimulai Agustus.
Manifesto Ketahanan dan Evolusi Artistik
“BAD” menjadi manifesto TAEYANG akan ketahanan dan integritas artistik. Lagu pembuka QUINTESSENCE, yang rilis Mei 2026, sembilan tahun setelah White Night, menegaskan perjalanan panjangnya. Lirik “tidak pernah menjual jiwaku bahkan sedetik pun” menyoroti otentisitasnya di tengah lanskap K-pop yang dinamis. Ini mencerminkan filosofi evolusi diri, tema sentral pencarian esensi musiknya untuk album tersebut, seperti dijelaskan dalam makna di balik lagu BAD dari TAEYANG.
Koor “Aku masih bad boy, kau suka membenci” adalah pengakuan citra publik, dengan “bad” merujuk pada kegigihan dan identitas tak berubah. Lirik “Aku mendobrak aturan, membuat kode baru” menggambarkan TAEYANG sebagai inovator. Gaya vokal yang beralih antara rap dan nyanyian, serta kembalinya ke suara ‘heavy choreography’, menegaskan kemahirannya sebagai penampil yang terus membentuk kembali lanskap musik.




Be the first to share your thoughts on this article.