LOS ANGELES – MUNA merilis Dancing On The Wall pada 8 Mei 2026, menampilkan ‘Mary Jane’ sebagai studi kecanduan emosional yang relevan di lanskap pop kontemporer.
Album keempat MUNA, Dancing On The Wall, dirilis pada 8 Mei 2026, menampilkan “Mary Jane” sebagai salah satu trek utamanya. Produksi album ini ditangani oleh Naomi McPherson, salah satu anggota trio indie pop asal Los Angeles ini. Album ini menandai kelanjutan eksplorasi band terhadap tema-tema hasrat dan identitas.
Penulisan lagu “Mary Jane” dikreditkan kepada Katie Gavin, Naomi McPherson, Josette Maskin, dan Justin Tranter. Katie Gavin, Naomi McPherson, dan Josette Maskin juga berkontribusi sebagai vokalis dan penata vokal. Setelah perilisan album, MUNA memulai tur internasional “Gets So Hot Tour” pada September 2026, mencakup Amerika Utara, Inggris, dan Eropa.
Sebuah Analisis Ketergantungan dan Kekuatan dalam Relasi Toksik
Lagu “Mary Jane” dari MUNA, yang terdapat dalam album keempat mereka, Dancing On The Wall, secara cerdik menggunakan metafora kecanduan untuk menggambarkan ketergantungan destruktif dalam sebuah hubungan, bukan secara harfiah merujuk pada substansi. Vokalis Katie Gavin menghubungkan inspirasi liriknya dengan pengalaman pemulihan, mencari pelarian dalam perilaku atau relasi yang merugikan diri sendiri. Dinamika kekuatan dan keputusasaan dalam lagu ini mengeksplorasi makna di balik lagu Mary Jane dari MUNA, menggambarkan “Mary Jane” sebagai saingan tak berwujud dengan cengkeraman kuat.




Be the first to share your thoughts on this article.