LONDON – Haken meluncurkan single baru “in a fever dream” sebagai materi pertama mereka dalam tiga tahun, menandai fase adaptasi pasca-perubahan formasi dan kolaborasi produksi eksternal.
Haken merilis “in a fever dream”, materi baru pertama mereka dalam tiga tahun terakhir, pada 21 Mei 2026. Single ini menandai kolaborasi perdana band dengan produser eksternal, George Lever, yang dikenal atas karyanya dengan Loathe dan Sleep Token. Bassis Bryan Beller (The Aristocrats, Dethklok, Joe Satriani) juga turut berkontribusi pada trek ini.
Rilisan ini menyusul kepergian gitaris Charlie Griffiths dan bassis Conner Green pada awal tahun, menandai periode transisi signifikan bagi grup metal progresif asal Inggris ini. Haken dijadwalkan kembali tampil langsung sebagai penampil utama di Euroblast Festival, Cologne, Jerman, pada 25-27 September mendatang.
Sebuah Penjelajahan Psikologis dalam Adaptasi dan Perubahan
‘in a fever dream’ Haken menggambarkan titik balik pasca-perubahan formasi, menyoroti adaptasi band dan eksplorasi kedalaman introspektif. Liriknya segera menjebak pendengar dalam penindasan psikologis, mencerminkan hubungan toksik atau kondisi mental yang menjebak, di mana narator merasa ‘Hurt me repeatedly / Desert me but you never leave’ dan terperangkap dalam ‘haze’ atau ‘fever dream’, sebuah keadaan delusi. Selami lebih jauh arti dan makna lagu ini: arti dan makna lagu in a fever dream dari Haken.



Be the first to share your thoughts on this article.