LONDON – Cornelius telah merilis “Aeons,” sebuah single baru yang menampilkan Sean Ono Lennon, sekaligus mengumumkan detail album studio mendatangnya, Refractions, yang dijadwalkan rilis pada 19 Agustus 2026.
Produser dan komposer Jepang, Keigo Oyamada, yang dikenal sebagai Cornelius, meluncurkan “Aeons” pada 27 Mei 2026, sebagai pratinjau dari album Refractions yang akan datang. Single ini menampilkan vokal dan lirik dari Sean Ono Lennon, melanjutkan kemitraan kreatif mereka sejak akhir 1990-an. Album penuhnya, yang juga melibatkan Shintaro Sakamoto, Arto Lindsay, dan Bid dari Monochrome Set, akan dirilis pada 19 Agustus 2026 melalui Eat Your Own Ears Recordings.
Oyamada menyatakan bahwa perubahan cepat di sekitarnya membentuk karyanya secara struktural, mengeksplorasi kontinuitas dan transformasi dalam aliran waktu tak terputus. Rilis “Aeons” bertepatan dengan peringatan 40 tahun Hands Across America, kampanye amal yang diikuti oleh ayah Sean, John Lennon. Sean Ono Lennon memuji Oyamada sebagai “salah satu manusia favoritnya di Planet Bumi”.
Sebuah Meditasi tentang Waktu, Eksistensi, dan Persepsi
Dalam “Aeons”, Cornelius, atau Keigo Oyamada, menghadirkan lanskap sonik penuh pertanyaan eksistensial, menandai era baru dengan album Refractions. Kolaborasi vokal Sean Ono Lennon muncul dari observasi Oyamada terhadap perubahan dunia yang intens, mengeksplorasi kontinuitas dan transformasi secara struktural. Lagu ini membuka keraguan tentang awal, tengah, atau akhir sebuah siklus, merefleksikan kegelisahan manusia. Untuk ulasan mendalam lagu Aeons dari Cornelius.
Lirik kemudian bergeser ke pengakuan kesalahan perhitungan, metafora untuk asumsi yang meleset saat menghadapi ketidakpastian masa depan, seolah menuju badai tak terhindarkan. Jangkauan lagu meluas secara drastis dengan dimensi kosmik, menggunakan “aeons” dan “parsecs”, mempertanyakan daya tahan pola dalam skala makro kosmos. Puncak narasi menyatukan beban kolektif dengan realitas subjektif: “The World’s on your shoulders / And the Universe is inside your head”, menggambarkan bagaimana persepsi individu membentuk semesta internal yang kompleks.




Be the first to share your thoughts on this article.