LOS ANGELES – Bebe Rexha menandai babak baru kariernya dengan merilis “Sad Girls” bersama David Guetta, menegaskan kemandirian artistiknya setelah keluar dari Warner Records.
“Sad Girls” oleh Bebe Rexha, berkolaborasi dengan David Guetta, resmi dirilis pada 29 Mei 2026. Single ini merupakan bagian dari album studio keempat Bebe Rexha yang akan datang, Dirty Blonde, yang dijadwalkan rilis pada 12 Juni 2026. Proyek ini menandai debutnya sebagai musisi independen, setelah sebelumnya meninggalkan Warner Records dan kini bernaung di bawah Empire Distribution.
Album Dirty Blonde dipasarkan sebagai album visual, di mana setiap lagu akan diperlakukan sebagai rilisan individual lengkap dengan video musiknya. Pendekatan ini memungkinkan Rexha untuk tidak “terikat oleh suara atau batasan tertentu,” seperti yang ia sampaikan kepada Billboard. Kolaborasi “Sad Girls” menjadi yang keenam bagi Rexha dan Guetta, menyusul kesuksesan “I’m Good (Blue)”.
Paradoks Emosional: Menari di Tengah Patah Hati
“Sad Girls” mengeksplorasi dikotomi penampilan luar dan gejolak batin, menampilkan tarian di tengah patah hati sebagai bentuk pelarian dan konfrontasi. Lirik seperti “I’m gonna dance, dance, dance with tears in my eyes” menggambarkan kerentanan tersembunyi di balik fasad kekuatan, di mana kesedihan disamarkan dengan glamor. Lagu ini berasal dari album Dirty Blonde, rilisan independen pertama Bebe Rexha. Untuk pembahasan lengkap lagu Sad Girls dari Bebe Rexha, kunjungi tautan kami.
David Guetta menyatakan “sangat terobsesi” dengan “Sad Girls,” menyoroti daya tarik melodi yang kontras dengan liriknya. Lagu ini menjadi anthem bagi mereka yang memilih menghadapi kesedihan dengan keberanian, bahkan di tengah keramaian. Perpaduan produksi energik Guetta dan lirik melankolis menciptakan pengalaman berlapis, menegaskan kemampuan Rexha menyalurkan pengalaman pribadi kecemasan dan depresi ke dalam musik yang resonan.




Be the first to share your thoughts on this article.