Malang tak hentinya bergerak, dari sound ke sound dieksplorasi untuk mewarnai blantika musik kota Malang dan Jawa Timur. Salah satu yang meramaikannya adalah Beeswax, band baru dari kota Malang yang membawakan nuansa 90s emo, distorsi, dengan sedikit twinkle dan math pattern time signature. Jika kalian penggemar Mock Orange, Pswingset, Braid dan bahkan band jepang Bluebeard, Beeswax adalah jawaban atas pencarian kalian. Beeswax adalah Bagas (Vokal/gitar), Yanuar (drum), Iyok (gitar) dan Putra (bass).
Berikut sedikit insight tentang mereka dalam sebuah wawancara yang dilakukan oleh Akhmad Alfan, salah satu penggiat skena independent di kota Malang.
Hai boleh diceritakan momen pertama tercetusnya Besswax?
Bagas: Awalnya Beeswax merupakan proyek soloku. Proyek ‘soundcloud’ ini kemudian mendapat sambutan baik dari Haum Entertainment, kerjasama pun mulai terjalin dengan mencetak 50 keping CD. Setelah keluar rilisan tersebut, hasrat untuk ‘ngeband’ mulai muncul, langsung aja menyomot teman-teman terdekat, Iyok, Putra dan Yayan.
Kenapa memilih nama Beeswax?
Bagas: Terus terang, nama Beeswax aku pilih karena asal comot saja, setelah baca-baca buku biografi Kurt Cobain di rumah kolega, lalu disitu tercantum nama Beeswax. Sesederhana itu aja sih.
Apa yang kalian rasakan ketika bermain dengan Beeswax?
Yanuar: Lebih bisa mengekspresikan diri. Bebas dalam memberikan influence masing-masing tetapi pada dasarnya tetap pada alternative emo.
Bagas: Biasa aja sih, bermain dengan band apa pun juga sama saja, kalau memang kita suka sama band dan musiknya, pasti enjoy-enjoy aja.
Iyok: Rasanya lebih bisa mengeksplor ke-emo-anku lebih dalam, dari smp udah seneng banget sama band band emo gini.
Putra: Rasakan bermain dengan Beeswax capek ngitung ganjil 🙁
Band yang mempengaruhi kalian secara musikal?
Putra : Influence-ku Beastie boys, Red Hot Chili Peppers, Nirvana, American Football
Yanuar: Banyak band yang sangat mempengaruhi musikalitas secara individu. Secara pribadi tidak terarahkan kepada satu genre saja. Lebih sering mendengarkan post-hardcore, majestic casual, artpop, dll. Jadi tidak ada spesifikasi band lebih mikro tentang pengaruh musikalitas secara pribadi.
Bagas: Band band seperti Mock orange, Braid dan The Promise Ring mungkin jadi beberapa influenceku pribadi, namun setelah bertambahnya personil lainnya, mungkin warna musiknya sedikit berubah, dengan gaya musik teman-teman lainnya, yang jelas masih terasa ‘Beeswaxnya’-lah.
Iyok: Kalo influence luar negeri sih suka sama Basement, Into it. Over it, Knuckle Puck, The Hotelier, Turnover. Masih banyak lagi sih sebenernya. Kalo lokal lebih ke musik band-band temen sendiri, jadi lebih sering mengapresiasi karya temen-temen kadang kebawa juga kehasil karya kita nantinya hehe
Ketika hype band band berbau midwest mulai muncul, bagaimana pendapat kalian sebagai band yang sering dihubungkan dengan movement ini?
Putra: oh emang midwest lagi hype ya ? Kirain Justin Bieber aja yg hype.
Bagas: Apa benar hype? Hahaha. Yang jelas kita bermusik hanya bermusik. Kami tidak peduli perkataan mereka baik yang positif maupun negatif. Kami juga ikut senang ketika banyak orang yang menganggap musik yang kami usung ini mulai hype, yang penting mulai jaga “ritme” aja hehehe.
Yanuar: Menurut saya kemungkinan besar Beeswax ini adalah salah satu pionir band di Malang yang menyungsung band yang berbau midwest.
Iyok: Mungkin kita bisa dikatakan band yang mengawali lagi movement ini dan kebetulan kita kelihatan duluan hehehe.
40 Gerai Disc Tarra di kota-kota besar rencana nya akan ditutup apakah kalian merasa itu akan mempengaruhi kalian?
Yanuar: Sepertinya tidak terlalu berpengaruh bagi saya pribadi. Mau bagaimanapun caranya, dalam suatu band harus tau cara marketing band-nya sendiri, tidak tergantung kepada brand besar untuk membantu proses marketing suatu band. Pada era ini band indie pun bisa mempunyai alur/jalan sendiri menuju visi dan misinya.
Bagas: Kami rasa nggak sih, terus terang distribusi kita lebih ke pertemanan dan menurutku pribadi, sekarang peminat rilisan fisik juga makin berkembang, aku rasa memang industri mayor sekarang sedang surut, mungkin itu faktor utama banyaknya gerai Disc Tarra yg tutup, tapi entahlah, itu cuman pendapat aja sih hehehe.
Iyok: Nggak ngaruh juga kayanya. Soalnya kita buat segala sesuatu mengawali dengan serba DIY dan pendistribusian kita juga mungkin masih merambah ke pasar underground yang mayoritas juga diawali dengan DIY.
Putra: pengaruhnya ada, kalo ke mall nggak bisa nyari rilisan fisik lagi.
Tema lagu lagu kalian umumnya tentang apa?
Bagas: Terus terang, kami tak ingin memaksakan pemahaman orang lain terhadap karya kami, kami ingin setiap orang memiliki pemahaman sendiri atas karya kami, maka dari itu, setiap lagu di dalam album kami selalu tertera lirik dan ilustrasi gambar.
Yanuar: Kalo masalah tentang apa, saya bisa menilainya lewat aransemen lagunya supaya bisa menyesuaikan porsi dengan inatrument lainnya. Kalo tempo yang digunakan slow menurut saya ini lagu bakalan sedih, begitu juga seterusnya.
Iyok: Aku lebih sering bikin materi random sih, biasanya tergantung mood. Jadi di setiap keadaan mood warna materinya juga beda-beda.
Pesan buat teman teman yang juga band-band an?
Bagas: Nothing to lose aja sih, yang penting punya gairah yang besar untuk berkarya dan yang paling penting, jangan pernah lupa, darimana kalian memulai semuanya.
Yanuar: Budayakan menghargai karya, ide, dari suatu band. Buatlah karya sebanyak-banyaknya, semenarik mungkin, mempuyai ciri khas, tetapi harus tetap dihargai dengan cara timbal balik yang pantes. “Gak kesel a rek band-band ae tapi ganok hasile, ga maju-maju lak an industri band indie opo maneh band indie lokal (Nggak capek apa main band tapi nggak ada hasilnya? Nggak maju nanti industri indie apa lagi band indie lokal).”
Iyok: Terus berkarya sampai puas meskipun kalian tau manusia tidak pernah puas. Dukung sesama musisi, karena dengan saling mendukung skena musik akan terus hidup. Jangan lupa sisihkan uang buat jajan rock.
Putra: ojok band-bandan buak buak duek (Jangan main band, buang-buang uang)
Okay terima kasih Beeswax ditunggu show selanjutnya
Oleh: Akhmad Alfan
Kalian penasaran dengan musik mereka? Kalian bisa mendengarkan lagu “Wellspring” di bawah ini.
Be the first to share your thoughts on this piece.