Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.
Lanjutkan dengan GoogleBelum punya akun?
Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.
Lanjutkan dengan GoogleSudah punya akun?
Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.
“Sub-District” bertujuan untuk menafsirkan kekhawatiran seseorang akan pikiran sempit orang lain.
Terbentuk pada awal tahun 2017 di Malang, Whitenoir dengan cepat mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru dalam kancah musik Indonesia. Dengan Ekki Darmawan di vokal, Alle pada gitar, Ade pada bass, dan Helmi di drum, band ini memperkenalkan perpaduan modern grunge yang dipengaruhi oleh nama-nama besar seperti Bush, Citizen, dan Milk Teeth. Suara mereka dicirikan oleh efek gitar terdistorsi yang bising namun terpoles, dipadukan dengan vokal Ekki yang cenderung melankolis.
Debut mereka datang pada 26 Februari 2017 dengan single “Sub-District”, sebuah trek yang langsung menarik perhatian. Single ini, yang dirilis di bawah label independen Pop Flesh Records yang berbasis di Malang, menafsirkan kekhawatiran tentang pandangan sempit orang lain. Tak lama setelahnya, Whitenoir mengumumkan pengerjaan EP pertama mereka yang bertajuk Feed Me, yang direncanakan akan berisi empat lagu.
“Mereka mencoba mengambil bagian sebagai salah satu revivalis emo/grunge tahun 2000-an.”
Sejak awal yang menjanjikan, Whitenoir terus menapaki jalur evolusi musikal, melampaui identitas grunge modern awal mereka. Band ini mulai dikenal sebagai revivalis emo/grunge tahun 2000-an, menarik inspirasi dari band-band ikonik seperti Knapsack, Sunny Day Real Estate, dan Superheaven. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk menyalurkan nuansa musik akhir 90-an hingga awal 2000-an, memperkaya tekstur suara mereka dengan kedalaman emosional dan dinamika yang lebih kompleks.
Dalam perjalanan ini, karya seperti Recovery Needs muncul sebagai representasi dari eksplorasi genre mereka yang diperluas. Album ini mencerminkan komitmen Whitenoir untuk tidak hanya mengulang suara masa lalu, tetapi juga untuk menginterpretasikannya kembali melalui lensa kontemporer mereka, membangun jembatan antara nostalgia dan inovasi dalam lanskap musik alternatif Indonesia.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: Whitenoir”