
Dari 'Bulletproof Vest' hingga perubahan nama, fondasi pop-punk telah diletakkan.
Pada tahun 2012, di Sydney, Australia, Bonnie Fraser (vokal/gitar ritme) dan Arthur Ng (gitar utama) membentuk band pop-punk bernama What It’s Worth, bergabung dengan David Potter (bass) dan Jordan Jansons (drum). Mereka dengan cepat merilis single debut mereka, “Bulletproof Vest”, pada Desember 2012, diikuti oleh EP demo pertama mereka, Catalyst, pada Mei 2013. Periode awal ini ditandai dengan eksplorasi suara pop-punk mereka dan tur nasional pertama di Australia untuk mendukung EP debut mereka.
Awal tahun 2014 menjadi titik balik signifikan ketika grup ini mengubah nama mereka menjadi Stand Atlantic. Perubahan nama ini juga menandai transisi dalam lineup, dengan Jordan Jansons meninggalkan band dan digantikan oleh Jonno Panichi pada tahun 2015, yang kemudian menjadi drummer permanen mereka. Ini adalah masa di mana identitas mereka mulai terbentuk, membuka jalan bagi evolusi musikal mereka.
“Coffee at Midnight” membuka pintu bagi pengakuan yang lebih luas dan kesuksesan di masa depan.
Setelah perubahan nama, Stand Atlantic merilis EP demo kedua mereka, A Place Apart, pada April 2015. EP ini semakin menegaskan suara pop-punk mereka dan membantu mereka mendapatkan pengakuan di kancah musik Australia. Dengan David Potter beralih dari bass ke gitar utama pada tahun 2017, band ini terus menyempurnakan formasi mereka.
Tahun 2017 menjadi tahun yang penting ketika Stand Atlantic menandatangani kontrak dengan Rude Records, menjadi aksi Australia pertama yang bergabung dengan label spesialis pop-punk asal Italia tersebut. Penandatanganan ini diikuti oleh rilis single “Coffee at Midnight” dan EP Sidewinder pada September 2017, yang menerima ulasan positif dan dukungan dari radio Triple J. Pada periode ini, Miki Rich juga mulai melakukan tur sebagai bassis mereka, sebelum menjadi anggota tetap beberapa tahun kemudian.
Dari 'Skinny Dipping' hingga 'F.E.A.R.', mereka mendefinisikan ulang batas pop-punk.
Pada September 2018, Stand Atlantic mencapai tonggak penting dengan menandatangani kontrak dengan label AS terkemuka, Hopeless Records. Hanya sebulan kemudian, mereka merilis album debut mereka, Skinny Dipping, yang sukses besar di kalangan penggemar genre, mengumpulkan puluhan juta stream dan mendapatkan pujian kritis. Juli 2019, Miki Rich secara resmi diumumkan sebagai anggota permanen band.
Evolusi musikal mereka berlanjut dengan album kedua, Pink Elephant, yang dirilis pada Agustus 2020. Album ini menunjukkan pendekatan yang lebih eksperimental, memadukan produksi yang apik dan elemen elektronik yang tidak biasa dalam pop-punk tradisional, mencapai tangga lagu Billboard Top 100 dan UK Top 200 Albums. Pada Mei 2022, mereka merilis album ketiga, F.E.A.R., yang semakin berani memadukan berbagai genre dan secara eksplisit menanggapi kritik dan kebencian online dengan lagu-lagu seperti “Hair Out” dan “Dumb”.
“WAS HERE” adalah deklarasi bahwa band ini tidak berniat melambat atau terikat oleh ekspektasi.
Stand Atlantic terus menunjukkan pertumbuhan dan inovasi yang tak tergoyahkan. Pada tahun 2024, mereka merilis album studio keempat mereka, Was Here, yang langsung mencapai posisi No. 3 di tangga lagu ARIA, menjadi rilis Top 5 pertama mereka. Album ini merupakan perpaduan berani dari energi awal mereka dengan suara yang lebih halus dan eksperimental, menampilkan kolaborasi dengan artis seperti PVRIS dan Bruses dalam lagu “Girl$”, serta Jamie Hails dari Polaris di “Criminal”, yang menambahkan sentuhan metalcore.
Was Here menegaskan reputasi Stand Atlantic sebagai band yang menolak untuk dibatasi oleh ekspektasi genre, menggabungkan elemen dance, metalcore, dan bahkan lo-fi hip-hop ke dalam inti pop-punk mereka. Dengan tur ekstensif dan basis penggemar yang terus berkembang, Stand Atlantic membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan pendorong dalam kancah musik alternatif, terus berinovasi dan mendefinisikan ulang apa artinya menjadi band pop-punk di era modern.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Stand Atlantic