Temukan
Editorial
Telusuri
Language
Band

Stand Atlantic

Australia · 2010s – sekarang
Stand Atlantic
Stand Atlantic adalah band pop-punk asal Australia yang dikenal dengan energi panggung dan lirik jujur, terus mendorong batas genre dengan sound inovatif.
1Lagu
·
1News
7.4Avg Rating
Perjalanan Karir
2012-2014: Awal Mula sebagai What It's Worth

Sebelum dikenal sebagai Stand Atlantic, band ini memulai perjalanan mereka dengan nama What It's Worth.

Dari 'Bulletproof Vest' hingga perubahan nama, fondasi pop-punk telah diletakkan.

Pada tahun 2012, di Sydney, Australia, Bonnie Fraser (vokal/gitar ritme) dan Arthur Ng (gitar utama) membentuk band pop-punk bernama What It’s Worth, bergabung dengan David Potter (bass) dan Jordan Jansons (drum). Mereka dengan cepat merilis single debut mereka, “Bulletproof Vest”, pada Desember 2012, diikuti oleh EP demo pertama mereka, Catalyst, pada Mei 2013. Periode awal ini ditandai dengan eksplorasi suara pop-punk mereka dan tur nasional pertama di Australia untuk mendukung EP debut mereka.

Awal tahun 2014 menjadi titik balik signifikan ketika grup ini mengubah nama mereka menjadi Stand Atlantic. Perubahan nama ini juga menandai transisi dalam lineup, dengan Jordan Jansons meninggalkan band dan digantikan oleh Jonno Panichi pada tahun 2015, yang kemudian menjadi drummer permanen mereka. Ini adalah masa di mana identitas mereka mulai terbentuk, membuka jalan bagi evolusi musikal mereka.

2015-2017: Kebangkitan Indie dan Sidewinder

Stand Atlantic membangun reputasi indie mereka dengan EP yang diakui dan penandatanganan label pertama.

“Coffee at Midnight” membuka pintu bagi pengakuan yang lebih luas dan kesuksesan di masa depan.

Setelah perubahan nama, Stand Atlantic merilis EP demo kedua mereka, A Place Apart, pada April 2015. EP ini semakin menegaskan suara pop-punk mereka dan membantu mereka mendapatkan pengakuan di kancah musik Australia. Dengan David Potter beralih dari bass ke gitar utama pada tahun 2017, band ini terus menyempurnakan formasi mereka.

Tahun 2017 menjadi tahun yang penting ketika Stand Atlantic menandatangani kontrak dengan Rude Records, menjadi aksi Australia pertama yang bergabung dengan label spesialis pop-punk asal Italia tersebut. Penandatanganan ini diikuti oleh rilis single “Coffee at Midnight” dan EP Sidewinder pada September 2017, yang menerima ulasan positif dan dukungan dari radio Triple J. Pada periode ini, Miki Rich juga mulai melakukan tur sebagai bassis mereka, sebelum menjadi anggota tetap beberapa tahun kemudian.

2018-2022: Debut Global dan Eksperimen Suara

Penandatanganan dengan Hopeless Records melambungkan Stand Atlantic ke panggung internasional dengan album-album yang inovatif.

Dari 'Skinny Dipping' hingga 'F.E.A.R.', mereka mendefinisikan ulang batas pop-punk.

Pada September 2018, Stand Atlantic mencapai tonggak penting dengan menandatangani kontrak dengan label AS terkemuka, Hopeless Records. Hanya sebulan kemudian, mereka merilis album debut mereka, Skinny Dipping, yang sukses besar di kalangan penggemar genre, mengumpulkan puluhan juta stream dan mendapatkan pujian kritis. Juli 2019, Miki Rich secara resmi diumumkan sebagai anggota permanen band.

Evolusi musikal mereka berlanjut dengan album kedua, Pink Elephant, yang dirilis pada Agustus 2020. Album ini menunjukkan pendekatan yang lebih eksperimental, memadukan produksi yang apik dan elemen elektronik yang tidak biasa dalam pop-punk tradisional, mencapai tangga lagu Billboard Top 100 dan UK Top 200 Albums. Pada Mei 2022, mereka merilis album ketiga, F.E.A.R., yang semakin berani memadukan berbagai genre dan secara eksplisit menanggapi kritik dan kebencian online dengan lagu-lagu seperti “Hair Out” dan “Dumb”.

2023-Sekarang: Puncak Kreativitas dan Dominasi Tangga Lagu

Stand Atlantic terus mendorong batas genre dengan album 'Was Here' yang menduduki puncak tangga lagu.

“WAS HERE” adalah deklarasi bahwa band ini tidak berniat melambat atau terikat oleh ekspektasi.

Stand Atlantic terus menunjukkan pertumbuhan dan inovasi yang tak tergoyahkan. Pada tahun 2024, mereka merilis album studio keempat mereka, Was Here, yang langsung mencapai posisi No. 3 di tangga lagu ARIA, menjadi rilis Top 5 pertama mereka. Album ini merupakan perpaduan berani dari energi awal mereka dengan suara yang lebih halus dan eksperimental, menampilkan kolaborasi dengan artis seperti PVRIS dan Bruses dalam lagu “Girl$”, serta Jamie Hails dari Polaris di “Criminal”, yang menambahkan sentuhan metalcore.

Was Here menegaskan reputasi Stand Atlantic sebagai band yang menolak untuk dibatasi oleh ekspektasi genre, menggabungkan elemen dance, metalcore, dan bahkan lo-fi hip-hop ke dalam inti pop-punk mereka. Dengan tur ekstensif dan basis penggemar yang terus berkembang, Stand Atlantic membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan pendorong dalam kancah musik alternatif, terus berinovasi dan mendefinisikan ulang apa artinya menjadi band pop-punk di era modern.

Info
Dibentuk
2015
Aktif
2010s – sekarang
Genre
Pop Punk
Kota Asal
Sydney, New South Wales, Australia
Anggota
Bonnie Fraser2012 – sekarang
lead vocals, guitar
Jonno Panichi2015 – sekarang
drums (drum set)
Miki Rich2019 – sekarang
bass guitar
Mantan Anggota
Jordan Jansons2012 – 2014
drums (drum set)
Arthur Ng2012 – 2016
guitar
David Potter2012 – 2017
bass guitar, guitar
Asal
Australia
Riwayat Chart
📈
Riwayat chart segera hadir
Diskusi

Jadilah yang pertama berbagi tentang Stand Atlantic

📋
Fitur daftar segera hadir
✨ Mengapa Stand Atlantic mengganti nama band?
Stand Atlantic awalnya dibentuk pada tahun 2012 dengan nama "What It's Worth". Mereka mengubah nama pada tahun 2014 karena merasa nama sebelumnya tidak lagi sesuai dengan arah musik mereka yang berkembang, dan juga karena sulit ditemukan di YouTube.
✨ Bagaimana Stand Atlantic memulai karir internasionalnya?
Stand Atlantic membuat sejarah pada tahun 2017 dengan menjadi band Australia pertama yang menandatangani kontrak dengan Rude Records. Kesepakatan ini membantu mereka mendapatkan pengakuan internasional, diikuti dengan penandatanganan kontrak dengan label besar AS, Hopeless Records, pada tahun 2018.
✨ Album Stand Atlantic mana yang paling eksperimental?
Album kedua mereka, "Pink Elephant" (2020), menandai perubahan signifikan dalam suara Stand Atlantic. Album ini menampilkan pendekatan yang lebih eksperimental, memadukan pop-punk dengan produksi elektronik yang lebih canggih, menantang batasan genre pop-punk tradisional.
✨ Apa peran Bonnie Fraser dalam pop-punk?
Bonnie Fraser, vokalis Stand Atlantic, adalah sosok penting dalam kancah pop-punk yang didominasi pria. Sebagai wanita dan seorang gay, ia secara aktif menggunakan platformnya untuk mendukung keaslian dan representasi LGBTQ+, menjadi inspirasi bagi banyak penggemar.
✨ Apakah Stand Atlantic kesulitan tur sebagai band Australia?
Meskipun berasal dari Australia, Stand Atlantic telah membuktikan bahwa mereka dapat sukses di panggung global. Mereka telah melakukan tur besar di Eropa dan Amerika, berbagi panggung dengan band-band internasional besar, dan menunjukkan bahwa lokasi geografis tidak membatasi ambisi mereka.