
Winning the Vans Music Wanted Competition in 2018 with music from my first self-made EP 'Augus7ine' was a significant moment.
Trinity Shye-Anne Brown, atau yang dikenal secara profesional sebagai Shye, memulai perjalanannya di dunia musik secara mandiri. Ia mulai memproduksi musiknya sendiri sekitar tahun 2016 saat masih menyelesaikan sekolahnya, bereksperimen dengan Garageband dan mengembangkan gaya uniknya yang memadukan lanskap suara elektronik/glitch/ambient dengan tema fantasi. Pada usia 16 tahun di tahun 2018, Shye mencapai terobosan besar ketika ia menjadi kontestan termuda yang memenangkan kompetisi Vans Musicians Wanted, sebuah pencapaian yang secara signifikan melambungkan namanya di kancah musik. Kemenangan ini didorong oleh musik dari EP debutnya, Augus7ine, yang ia rekam menggunakan earphone dan produksi sendiri dari kamarnya.
In my eyes, morning glories though common, are beautiful and it drives home the message to embrace ourselves with all our imperfections.
Pada tahun 2020, Shye merilis album debut 14 lagu-nya, days to morning glory, melalui Where Are The Fruits. Album yang diproduksi sepenuhnya secara mandiri ini memadukan folk, techno, indie pop, serta elemen R&B, rock modern, dan klasik, mencerminkan keragaman selera musiknya. Album ini segera mendapatkan pengakuan, memenangkan penghargaan Best New Artist di Freshmusic Awards ke-14 pada tahun 2021 ketika Shye berusia 18 tahun, serta Album of the Year di Youth Music Awards 2021. Di tahun yang sama, Shye turut serta sebagai salah satu penyanyi lagu tema Hari Nasional Singapura, “The Road Ahead”, dan merilis EP keduanya, hello TRINITY.
Best New Act from Asia
Tahun 2022 menandai langkah besar Shye ke panggung internasional ketika ia dianugerahi ‘Best New Act from Asia’ di NME Awards 2022. Pengakuannya semakin meluas dengan penampilannya di billboard Spotify EQUAL Campaign di Times Square, New York City, sebuah momen yang ia sebut “sureal”. Pada tahun ini, ia juga merilis EP idk it’s complicated. Shye terus memperluas jangkauannya dengan tampil di festival musik bergengsi seperti South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, pada Maret 2023. Prestasinya juga diakui oleh Forbes Asia 30 Under 30 pada tahun 2023 dan Tatler Gen. T Leaders of Tomorrow 2024. Akhir tahun 2023, Shye merilis EP 9LIVES dan berpartisipasi dalam acara kompetisi musik televisi Tiongkok, Youth π Plan.
I hope to never stop discovering or experimenting so I can keep learning.
Memasuki tahun 2024, Shye melanjutkan ekspansi globalnya, termasuk partisipasi sebagai kontestan di acara survival Tiongkok, Chuang Asia Thailand, pada akhir 2023 hingga awal 2024. Kehadirannya tidak hanya terbatas pada musik, ia juga membuat debutnya di Paris Fashion Week untuk peragaan busana Chanel Fall/Winter 2025 pada Maret 2025, menunjukkan ketertarikannya pada perpaduan mode dan musik. Pada akhir 2025, Shye meraih penghargaan “Southeast Asia’s Best Emerging Singer” di Top Asia Corporate Ball di Malaysia, sebuah pengakuan atas pengaruh budayanya. Di tahun 2026, Shye telah merilis beberapa single dan EP seperti “Smoke”, “I Always Knew”, dan ’84 HEARTBREAK (tapes of ’81-’86), serta dijadwalkan merilis album penuh keduanya. Dengan rencana untuk tampil mewakili Singapura di World Expo 2025 di Osaka, Shye terus membuktikan dirinya sebagai artis independen yang terus berkembang dan menantang diri sendiri.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Shye