
“This record is held in a very special place for us.”
Dibentuk pada tahun 2009 di Torrance, California, Seahaven dengan cepat menempatkan diri mereka di kancah musik emo dan indie rock. Dengan anggota inti Kyle Soto (vokal, gitar), Cody Christian (gitar), Mike DeBartolo (bass), dan Eric Findlay (drum), band ini segera menarik perhatian dengan pendekatan mereka yang emosional dan atmosferik.
Pada tahun 2010, mereka merilis EP debut mereka, Ghost, yang memamerkan perpaduan melodi yang menarik dengan instrumentasi yang tebal. Momen penting datang pada tahun 2011 ketika mereka merilis album penuh pertama mereka, Winter Forever, melalui Run For Cover Records. Album ini dengan cepat menjadi titik acuan bagi penggemar rock yang digerakkan secara emosional, menampilkan lirik introspektif dan dinamika yang kuat yang menjembatani post-hardcore dan indie rock.
“Music For Escapism Only”
Setelah kesuksesan Winter Forever, Seahaven terus memperluas palet sonik mereka. Pada tahun 2014, mereka merilis album penuh kedua, Reverie Lagoon: Music For Escapism Only. Album ini menandai lompatan artistik yang segar, beralih dari distorsi yang lebih kasar ke suara yang lebih minimalis, atmosferik, dan menyapu, menciptakan ‘lanskap suara malam yang indah’.
Album ini menerima ulasan yang umumnya positif, dengan kritikus memuji evolusi band dan kemampuan mereka untuk menyeimbangkan kerentanan dengan ambisi rock. Ini menunjukkan kesediaan Seahaven untuk mengambil risiko dan menyempurnakan identitas musik mereka, memperkuat posisi mereka di kancah musik alternatif.
“I wanted to bring it back to the beginning of the band.”
Setelah perilisan Reverie Lagoon, Seahaven memasuki periode yang lebih tenang. Meskipun mereka merilis single “Find A Way” pada tahun 2016, yang awalnya dimaksudkan untuk album ketiga, band ini mengalami semacam hiatus. Selama waktu ini, vokalis Kyle Soto bahkan meluncurkan proyek sampingannya, Welcome Cafe, pada tahun 2018.
Namun, rumor bubarnya band mereda ketika Seahaven mendukung Man Overboard dalam tur ulang tahun ke-10 mereka pada tahun 2018. Kebangkitan penuh mereka datang pada tahun 2020 dengan perilisan single “Moon”, diikuti oleh album penuh ketiga yang telah lama ditunggu-tunggu, Halo of Hurt, pada November 2020 melalui Pure Noise Records. Kyle Soto menyatakan keinginannya untuk ‘membawanya kembali ke awal band’, menandakan kembalinya ke akar mereka dengan perspektif yang diperbarui.
“This is the sound of the band.”
Tahun 2026 menandai babak penting bagi Seahaven. Band ini merayakan ulang tahun ke-15 album debut mereka, Winter Forever, dengan tur khusus di mana mereka menampilkan album tersebut secara keseluruhan. Seiring dengan perayaan ini, mereka juga merilis single baru “Long Goodbye” pada Januari 2026, yang mengisyaratkan materi baru yang akan datang.
Puncaknya adalah pengumuman album self-titled keempat mereka, Seahaven, yang dijadwalkan rilis pada 5 Juni 2026, melalui Pure Noise Records. Album ini didahului oleh single-single seperti “Midnight Hour” dan “February Flowers”. Kyle Soto menggambarkan album baru ini sebagai sintesis dari semua rilis mereka sebelumnya, sebuah pernyataan yang dengan tepat mewakili ‘suara band’ saat ini, memadukan lirik introspektif yang dalam dengan melodi yang paling menarik yang pernah mereka hasilkan.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Seahaven