
Dari 'Mansard Roof' hingga 'LP', sebuah fondasi diletakkan.
Rostam Batmanglij memulai perjalanannya di kancah musik pada tahun 2006 sebagai salah satu anggota pendiri band indie rock Vampire Weekend. Sebagai multi-instrumentalis dan produser utama, ia memainkan peran penting dalam membentuk suara khas band ini, memadukan elemen indie pop, Afropop, dan musik kamar. Album debut Vampire Weekend (2008) yang ia produseri, dengan cepat mendapat pujian kritis dan menghasilkan lagu-lagu hits seperti “A-Punk” dan “Oxford Comma”.
Di samping karyanya dengan Vampire Weekend, Rostam juga mengeksplorasi sisi eksperimentalnya. Pada tahun 2005, ia membentuk duo electro-soul Discovery bersama vokalis Ra Ra Riot, Wes Miles. Proyek sampingan ini menghasilkan album LP pada tahun 2009, sebuah eksplorasi synth-pop yang penuh Auto-Tune dan R&B, yang menunjukkan minatnya pada produksi elektronik dan genre-bending. Periode ini menjadi dasar bagi identitas musik Rostam yang beragam.
Mengukir suara, dari 'Contra' hingga 'Warm Blood'.
Era ini menandai puncak kesuksesan komersial Vampire Weekend dengan rilis album kedua mereka, Contra (2010), yang ia produseri dan berhasil menduduki posisi nomor satu di tangga lagu Billboard 200. Puncaknya adalah Modern Vampires of the City (2013), sebuah album yang ia produksi bersama Ariel Rechtshaid, yang mendapatkan pengakuan kritis luas dan memenangkan Grammy Award untuk Album Musik Alternatif Terbaik.
Seiring dengan kesuksesan band, reputasi Rostam sebagai produser dan penulis lagu mulai berkembang pesat. Ia mulai meminjamkan keahliannya kepada berbagai artis, mengerjakan lagu-lagu untuk Charli XCX pada tahun 2014, dan memproduseri serta ikut menulis “Warm Blood” untuk album E•MO•TION Carly Rae Jepsen pada tahun 2015. Karyanya selama periode ini mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan kreatif di luar bandnya.
“Identitas saya sebagai penulis lagu + produser perlu berdiri sendiri.”
Pada Januari 2016, Rostam Batmanglij mengumumkan kepergiannya dari Vampire Weekend untuk mengejar proyek solo, meskipun ia menyatakan akan terus berkolaborasi dengan Ezra Koenig dan band di masa depan. Segera setelah itu, ia merilis single solo seperti “EOS” dan “Wood”, memberikan gambaran tentang arah musiknya yang baru.
Tahun 2016 juga melihat rilis album kolaboratifnya dengan Hamilton Leithauser dari The Walkmen, I Had a Dream That You Were Mine, yang dipuji karena perpaduan unik dari vokal Leithauser yang khas dan produksi Rostam yang kaya. Puncak dari era ini adalah album solo debutnya, Half-Light, yang dirilis pada September 2017, sebuah karya introspektif yang mengeksplorasi tema identitas dan hubungan. Selain itu, ia terus menjadi produser yang sangat diminati, berkontribusi pada album-album penting seperti Blonde milik Frank Ocean (2016), A Seat at the Table milik Solange (2016), Immunity milik Clairo (2019), dan Women in Music Pt. III milik HAIM (2020), yang terakhir mendapatkan nominasi Grammy untuk Album of the Year.
“Misi saya adalah membuat musik yang membalikkan naskah.”
Sejak tahun 2021, Rostam terus berevolusi sebagai artis solo dengan merilis album keduanya, Changephobia, pada Juni 2021. Album ini menampilkan eksplorasi baru dalam palet suaranya, sering kali menggabungkan saksofon dan tekstur yang lebih halus. Karyanya yang terbaru, American Stories, dirilis pada Mei 2026, memadukan suara Americana klasik dengan instrumentasi Timur Tengah yang terinspirasi dari warisan Persia-nya.
Secara paralel, peran Rostam sebagai produser tetap menjadi pilar utama karirnya. Ia terus bekerja dengan artis-artis terkemuka, termasuk kontribusi pada The Loneliest Time (2022) milik Carly Rae Jepsen, Sorry I Haven’t Called (2023) milik Vagabon, dan Euphoric (2023) milik Georgia. Dengan setiap proyek, Rostam Batmanglij mengukuhkan posisinya sebagai salah satu produser, penulis lagu, dan musisi paling serbaguna dan inovatif di generasinya, terus mendorong batas-batas pop dan indie rock.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Rostam