
“When I was 13, I only wanted to be a drummer.”
Sebelum dikenal dunia sebagai Ringo Starr, Richard Starkey memulai petualangan musiknya di Liverpool. Ketertarikannya pada musik skiffle saat remaja membawanya mendirikan band pertamanya, Eddie Clayton Skiffle Group, pada tahun 1957. Ini adalah langkah awal yang krusial bagi sang calon legenda.
Pada tahun 1959, ia bergabung dengan Raving Texans, yang kemudian berganti nama menjadi Rory Storm and the Hurricanes. Di sinilah Richard mengadopsi nama panggung Ringo Starr, terinspirasi dari cincin yang ia kenakan dan nuansa country-and-western yang diimplikasikannya. Bersama Rory Storm and the Hurricanes, Ringo meraih kesuksesan moderat di Inggris dan Hamburg, bahkan sempat tampil satu panggung dengan The Beatles, band yang akan mengubah takdirnya.
“I've said this over and over again, but I love being in a band.”
Pada Agustus 1962, Ringo Starr menerima tawaran untuk bergabung dengan The Beatles, menggantikan Pete Best. Keputusannya ini menjadi salah satu momen paling signifikan dalam sejarah musik populer. Dengan Ringo di balik drum, bersama John Lennon, Paul McCartney, dan George Harrison, The Beatles melesat menjadi fenomena global yang dikenal sebagai Beatlemania.
Sebagai drummer The Beatles, Ringo Starr dikenal dengan gaya bermainnya yang inovatif dan stabil, yang sangat penting bagi suara band. Ia juga sesekali menyumbangkan vokal utama pada lagu-lagu ikonik seperti “Yellow Submarine” dan “With a Little Help from My Friends”. Selain itu, ia juga menulis dan menyanyikan lagu-lagu The Beatles seperti “Don’t Pass Me By” dan “Octopus’s Garden”, menunjukkan bakatnya sebagai penulis lagu.
“It Don't Come Easy”
Setelah The Beatles bubar pada tahun 1970, Ringo Starr segera memulai karier solonya. Album debutnya, Sentimental Journey (1970), menampilkan standar pra-rock, diikuti oleh album bernuansa country, Beaucoups of Blues (1970). Ia meraih kesuksesan besar dengan single “It Don’t Come Easy” (1971), “Back Off Boogaloo” (1972), serta lagu nomor satu “Photograph” dan “You’re Sixteen” dari album Ringo (1973) yang sangat sukses.
Album Ringo bahkan menampilkan kontribusi dari ketiga mantan rekan bandnya di The Beatles. Selain musik, Ringo juga merambah dunia akting, tampil di lebih dari 15 film termasuk Candy (1968), The Magic Christian (1969), dan Caveman (1981), di mana ia bertemu calon istrinya, Barbara Bach.
“Everybody on stage is a star in their own right.”
Pada tahun 1989, Ringo Starr membentuk Ringo Starr & His All-Starr Band, sebuah supergrup rock dengan personel yang berotasi. Konsep ini memungkinkan Ringo untuk tampil bersama musisi-musisi terkenal lainnya, di mana setiap anggota membawakan lagu-lagu hit mereka sendiri di samping lagu-lagu The Beatles dan solo Ringo. Band ini meraih kesuksesan besar sebagai pertunjukan live, melakukan tur secara konsisten selama lebih dari tiga dekade.
Era ini menandai kebangkitan kembali Ringo dalam tur dan rekaman. Album seperti Time Takes Time (1992) mendapat pujian kritis, dan ia terus merilis album sepanjang tahun 90-an dan 2000-an, termasuk Vertical Man (1998), Ringo Rama (2003) yang menampilkan tribut untuk George Harrison dengan lagu “Never Without You”, dan Liverpool 8 (2008) yang bersifat otobiografi.
“Peace & Love”
Memasuki tahun 2010-an, Ringo Starr tetap menjadi kekuatan aktif dalam musik. Ia terus merilis album studio, seperti Y Not (2010) yang menampilkan kolaborasi dengan Paul McCartney, Postcards from Paradise (2015), Give More Love (2017), dan What’s My Name (2019). Ringo juga terus melakukan tur dunia dengan All-Starr Band-nya, menampilkan energi dan karisma yang memukau penonton dari berbagai generasi.
Ringo Starr telah diakui secara luas atas kontribusinya pada musik; ia dilantik dua kali ke dalam Rock and Roll Hall of Fame—sebagai anggota The Beatles pada tahun 1988 dan sebagai artis solo pada tahun 2015. Pada tahun 2018, ia dianugerahi gelar Knight Bachelor atas jasanya dalam bidang musik. Dengan album-album terbaru seperti Look Up (2025) dan Long Long Road (2026), Ringo Starr terus membuktikan bahwa semangat kreatifnya tak pernah padam, menjaga warisan “Peace & Love” tetap hidup.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Ringo Starr