Temukan
Editorial
Telusuri
Language
Band

Reality Club

Indonesia · 2010s – sekarang
R
1Lagu
·
Perjalanan Karir
2016-2018: Awal Mula & Debut Album

Dari proyek iseng di rumah hingga album debut yang memikat perhatian industri musik indie.

"Is It The Answer?"

Terbentuk pada tahun 2016, Reality Club bermula dari gagasan Fathia Izzati, Era Patigo, dan Mayo Falmonti sebagai band pengisi acara. Fathia kemudian mengajak adiknya, Faiz Novascotia Saripudin, dan Iqbal Anggakusumah untuk melengkapi formasi. Setelah kepergian Mayo yang digantikan Nugi Wicaksono, band ini merilis single debut mereka “Is It The Answer?” pada April 2016, diikuti oleh “Things I Don’t Know” dan “Fatal Attraction”.

Album studio perdana mereka, Never Get Better, dirilis pada Agustus 2017. Album ini direkam dengan metode yang unik, termasuk di dalam lemari pakaian untuk mendapatkan kualitas suara studio, menunjukkan semangat DIY (do-it-yourself) yang kental dari sebuah band indie. Karya awal ini segera menarik perhatian, mengantarkan mereka pada nominasi Artis Pendatang Baru Terbaik Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada tahun 2018.

2019-2020: Perluasan Jangkauan & Album Kedua

Menembus pasar Asia dengan rilisan eksklusif dan eksplorasi musikal yang lebih dalam.

"What Do You Really Know?"

Kesuksesan Never Get Better membuka jalan bagi Reality Club untuk memperluas jangkauan mereka ke kancah internasional, ditandai dengan perilisan edisi Jepang album tersebut pada Februari 2019. Pada tahun yang sama, band ini meluncurkan single utama “Telenovia” pada Juni, sebagai pembuka untuk album studio kedua mereka, What Do You Really Know?, yang dirilis pada Agustus 2019. Album ini menunjukkan eksplorasi musikal yang lebih matang, dengan tema pertanyaan eksistensial tentang kehidupan.

Album kedua ini juga mendapatkan distribusi fisik di Jepang, Malaysia, dan Singapura pada tahun 2020, menegaskan posisi Reality Club sebagai kekuatan indie yang patut diperhitungkan di Asia. Mereka memulai tur Asia pada tahun 2019, tampil di Tokyo, Malaysia, Jeddah, dan Singapura. Pada September 2020, mereka merilis EP The Rush and Other Vices, yang menampilkan versi diperpanjang dan remix dari lagu “The Rush”.

2021-Sekarang: Maturasi & Pengakuan Global

Transformasi sinematik, pengakuan penghargaan, dan ambisi global yang tak terbatas.

"Nobody ever really knows where it all leads. All we can do is live, savor, and hold on to the journey."

Periode ini menandai titik balik penting bagi Reality Club, dimulai dengan penandatanganan kontrak rekaman dengan Dominion Records (sub-divisi Universal Music Indonesia) pada Februari 2021. Pada November 2022, Iqbal Anggakusumah memutuskan untuk hengkang guna fokus pada proyek solonya, menyisakan band dengan formasi empat anggota saat ini: Fathia Izzati, Faiz Novascotia Saripudin, Nugi Wicaksono, dan Era Patigo.

Album studio ketiga mereka, Reality Club Presents…, dirilis pada Mei 2023. Album ini, yang sangat terinspirasi oleh sinema, menampilkan nuansa orkestral dan genre-hopping yang kaya, menceritakan berbagai kisah cinta. Dengan hits seperti “Anything You Want” dan “Love Epiphany”, album ini mengantarkan mereka meraih dua penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) pada tahun 2023 untuk Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik dan Album Alternatif Terbaik.

Reality Club semakin mengukuhkan kehadiran global mereka dengan tur Asia pada akhir 2023, termasuk konser tunggal semi-teatrikal di Jakarta, dan tur Amerika Utara pada Maret 2024. Mereka juga bergabung dengan manajemen Sun Eater pada April 2025 dan merilis album keempat, Who Knows Where Life Will Take You?, pada Agustus 2025, yang menangkap suara Reality Club yang bebas dari keraguan diri. Band ini terus menatap masa depan dengan rencana konser perayaan 10 tahun karir mereka pada Juni 2026, menunjukkan ambisi untuk dominasi dunia musik.

Info
Dibentuk
2016
Aktif
2010s – sekarang
Genre
Indie Pop
Kota Asal
Jakarta, Thousand Islands, Indonesia
Anggota
Fathia Izzati2016 – sekarang
lead vocals, keyboard
Era Patigo2016 – sekarang
drums (drum set)
Faiz Novascotia Saripudin2016 – sekarang
guitar, lead vocals
Nugi Wicaksono2016 – sekarang
bass guitar, background vocals
Gerry Roithart2022 – sekarang
guitar, background vocals
Upi Maajid2025 – sekarang
guitar, synthesizer
Mantan Anggota
Mayo Falmonti2016 – 2016
bass
Iqbal Anggakusumah2016 – 2022
guitar
Nugi Wicaksono2016 – 2016
bass guitar, background vocals
Asal
Indonesia
Riwayat Chart
📈
Riwayat chart segera hadir
Diskusi

Jadilah yang pertama berbagi tentang Reality Club

📋
Fitur daftar segera hadir
✨ Bagaimana Reality Club Terbentuk?
Reality Club didirikan pada tahun 2016, berawal dari Fathia Izzati, Era Patigo, dan Mayo Falmonti. Fathia kemudian mengajak kakaknya, Faiz Novascotia Saripudin, dan Iqbal Anggakusumah untuk bergabung. Setelah enam bulan, Mayo memutuskan keluar karena kesibukan pribadi dan posisinya digantikan oleh Nugi Wicaksono.
✨ Siapa Vokalis Reality Club yang Juga YouTuber Terkenal?
Vokalis utama Reality Club, Fathia Izzati, dikenal luas tidak hanya sebagai musisi, tetapi juga sebagai YouTuber populer dengan akun 'Kittendust'. Ia menjadi viral berkat videonya yang menampilkan '21 Akses Bahasa', yang turut melambungkan namanya sebelum band ini terbentuk.
✨ Keunikan Proses Rekaman Album Pertama Mereka?
Menariknya, Reality Club memulai karir mereka dengan semangat 'indie' yang sangat kental. Mereka bahkan merekam bagian dari album pertama mereka di dalam kloset untuk mendapatkan suara yang unik dan berbeda, menunjukkan kreativitas dan keterbatasan awal mereka.
✨ Penghargaan Internasional Video Musik Mereka?
Reality Club telah meraih pengakuan internasional, salah satunya dengan memenangkan penghargaan Best Music Video: Asia Pacific di Munich Music Video Awards 2023. Penghargaan ini diberikan untuk video klip lagu mereka yang berjudul 'Dancing in the Breeze Alone', yang dikemas dengan tema koboi.
✨ Kapan Reality Club Rilis Lagu Berbahasa Indonesia?
Setelah hampir satu dekade konsisten merilis lagu-lagu berbahasa Inggris untuk menjangkau pasar global, Reality Club akhirnya merilis lagu berbahasa Indonesia pertama mereka berjudul 'Close to You/Jauh'. Lagu ini hadir dalam album keempat mereka, 'Who Knows Where Life Will Take You?', dan proses rekamannya disebut sangat emosional.