
"Saya bersyukur itu berakhir ketika itu terjadi, karena memberi saya waktu untuk mundur dan memikirkan apa yang ingin saya ciptakan untuk diri saya sendiri."
Rachel Bobbitt memulai perjalanannya di industri musik pada usia 16 tahun, menarik perhatian luas melalui platform media sosial Vine yang kini sudah tidak ada. Di sana, ia mengunggah cover lagu-lagu pop dan klasik, mengumpulkan 400.000 pengikut dan 119 juta tayangan video, bahkan mendapatkan nominasi Shorty Award. Namun, popularitas dini ini juga membawa tantangan, membuatnya merasa kewalahan oleh sorotan publik saat ia masih mencari jati dirinya.
Setelah Vine berakhir, Bobbitt mengambil langkah mundur untuk fokus pada musiknya sendiri. Ia merilis EP debutnya, Months to Fall, pada tahun 2018. Setahun kemudian, ia berkolaborasi dengan musisi hip-hop Justice Der untuk album When This Plane Goes Down… (2019), yang direkam selama liburan kuliah mereka. Era independennya berlanjut dengan EP keduanya, And It’s The Same, yang dirilis pada tahun 2020.
"Setiap wanita yang pernah saya ajak bicara merasakan sakit hampir sepanjang waktu... itu ada dalam siklus."
Tahun 2021 menandai titik balik penting dalam karir Rachel Bobbitt ketika ia menandatangani kontrak dengan Fantasy Records yang berbasis di Los Angeles dan diakui sebagai salah satu “Artist to Watch” oleh RADAR US. Langkah ini mengantar pada fase pertumbuhan artistik yang signifikan, ditandai dengan perilisan EP The Ceiling Could Collapse pada Juli 2022. EP ini, yang judulnya terinspirasi dari skrip film horor Hereditary, mengeksplorasi siklus kehidupan, rasa sakit, dan penemuan makna di tengah ekstremitas.
Melanjutkan momentumnya, Bobbitt merilis EP keempatnya, The Half We Still Have, pada Agustus 2023. Diproduksi dan di-mixing oleh Jorge Elbrecht, EP ini menampilkan “studi karakter yang tajam dan mendalam,” menyelami dinamika hubungan dengan kejujuran yang tak tergoyahkan. Karya ini semakin memantapkan posisinya di kancah indie rock, dengan lagu-lagu seperti “Two Bit” yang mendapat pujian karena liriknya yang menyentuh dan aransemen alt-pop yang memukau.
"Lautan tidak peduli sama sekali padamu... itulah yang membuat sesuatu benar-benar menakjubkan—ia bisa dan akan ada, dengan atau tanpamu."
Puncak perjalanan artistik Rachel Bobbitt tiba pada Oktober 2025 dengan perilisan album penuh perdananya, Swimming Towards the Sand, di bawah Fantasy Records. Album ini merupakan karya paling kohesif dan ekspansif hingga saat ini, sebuah eksplorasi puitis tentang duka, masa remaja, memori, dan kembali ke akar. Dibesarkan di Annapolis Valley, Nova Scotia, Bobbitt menanamkan kenangan rumahnya ke dalam narasi album, yang direkam di Los Angeles dengan produser Chris Coady.
Swimming Towards the Sand menyelami hubungan antara memori dan mimpi, menawarkan refleksi mendalam yang mengubah kehilangan menjadi sesuatu yang nyata dan benar. Bobbitt memanfaatkan suara terlatih jazz-nya, melapisi harmoni yang berdialog dengan dirinya sendiri, menciptakan komposisi art-pop yang luas dengan ketangguhan yang berkilau. Album ini menandai evolusi signifikan dalam suaranya, memadukan indie rock melodi dengan dream pop dan folk yang padat tekstur, menghasilkan perpaduan yang memukau dan seringkali eksperimental.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Rachel Bobbitt