“Saya rasa [Queen Rodeo] jelas terasa lebih seperti proyek solo.”
Queen Rodeo berawal dari visi Brooke Metropulos, seorang musisi yang sebelumnya dikenal lewat band Plastic Cactus. Selama masa pandemi, Metropulos memulai proyek ini, menamai bandnya berdasarkan respons masa kecilnya dalam tugas kelas tentang tujuan hidupnya: ‘RODEO QUEEN’. Proses ini menandai evolusi artistik Metropulos, yang terinspirasi oleh ikon indie rock seperti Kim Gordon dari Sonic Youth dan Kim Deal dari Pixies/Breeders.
Untuk mewujudkan suaranya, Metropulos merekrut bagian ritme dari Plastic Cactus, Bill Willson pada bass dan Tyler Brown pada drum, serta menambahkan Wils Glade dari Shadowgraphs pada gitar. Bersama-sama, mereka mulai mengukir identitas post-punk dan indie-rock yang khas, dengan Metropulos sebagai kekuatan kreatif utama di balik lirik dan komposisi. Periode ini menjadi fondasi bagi eksplorasi musikal Queen Rodeo, mengarah pada persiapan rekaman debut mereka di Magnetic Impressions.
“Silent Motion” tiba secara digital pada 14 Maret.
Tahun 2025 menjadi titik balik bagi Queen Rodeo dengan perilisan album debut mereka, Silent Motion, pada 14 Maret. Album ini secara resmi memperkenalkan suara unik band asal Portland ini ke khalayak yang lebih luas, memadukan energi post-punk dengan melodi indie-rock yang memikat. Peluncuran album dirayakan dengan pertunjukan di Mississippi Studios, menegaskan posisi mereka di kancah musik lokal.
Seiring dengan album debut, Queen Rodeo juga mulai merilis serangkaian video musik yang menawan. Single seperti “Wavelength” (dirilis Januari 2025) dan “Broadcast” (dirilis Mei 2026) tidak hanya memperkuat identitas visual band, tetapi juga menunjukkan kemampuan mereka dalam menciptakan narasi yang mendalam melalui musik dan visual. Dengan penampilan di festival seperti PDX Pop Now!, Queen Rodeo terus membangun pengikut dan membuktikan diri sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam lanskap musik independen.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Queen Rodeo