Simpan lagu & beri skor Masuk untuk mulai
Temukan
Editorial
Telusuri
Language
Keluar

Keluar dari akun?

Ya, keluar Batal

Kirim ulang email Tutup

Masuk ke whisp.fm

Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.

Lanjutkan dengan Google
atau

Belum punya akun?

Buat akun

Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.

Lanjutkan dengan Google
atau
whisp.fm/u/

Sudah punya akun?

Reset kata sandi

Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.

Tautan dikirim ke . Periksa kotak masukmu.

Language

Indonesia English
Band

PUP

Kanada · 2010s – sekarang
PUP
4Lagu
·
4News
8.0Avg Rating
Perjalanan Karir
2010–2013: Awal Mula sebagai Topanga dan Kelahiran PUP

Dari Topanga yang indie menjadi PUP yang punk, band ini menemukan identitas mereka di Toronto.

Pathetic Use of Potential

Dibentuk di Toronto pada tahun 2010, band yang kini dikenal sebagai PUP ini awalnya bernama Topanga, sebuah referensi untuk karakter dari sitkom ‘Boy Meets World’. Anggota band, Stefan Babcock (vokal, gitar), Nestor Chumak (bass), Zack Mykula (drum), dan Steve Sladkowski (gitar), yang merupakan teman masa kecil, mulai dengan proyek sampingan yang lebih ringan. Mereka merilis EP digital gratis berjudul Oceans, yang mulai menarik perhatian di kancah musik lokal. [1, 13, 14]

Pada awal 2013, seiring dengan pergeseran suara mereka ke arah punk yang lebih agresif, band ini memutuskan untuk mengubah nama menjadi PUP. Perubahan ini juga dipicu oleh pengumuman Disney tentang serial spin-off ‘Girl Meets World’, yang tidak ingin mereka kaitkan. Nama PUP sendiri merupakan akronim dari “Pathetic Use of Potential”, sebuah frasa yang diucapkan oleh nenek Babcock. Pada 8 Oktober 2013, mereka merilis album debut self-titled mereka, PUP, melalui Royal Mountain Records di Kanada, yang kemudian mendapatkan pujian kritis dan memenangkan dua CBC Bucky Awards untuk Best Live Show dan Best New Artist. [1, 2, 13, 14]

2014–2015: Terobosan Internasional dan Tur Tanpa Henti

Dengan rilis ulang album debut mereka, PUP memulai tur ekstensif yang mengukuhkan posisi mereka di kancah punk global.

"Reservoir" dinominasikan untuk SOCAN Song-writing Prize.

Setelah sukses di Kanada, PUP menandatangani kontrak dengan SideOneDummy Records pada Desember 2013, memungkinkan mereka untuk merilis ulang album debut PUP secara internasional pada 8 April 2014. Langkah ini membuka jalan bagi band untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama di Amerika Serikat. [1, 2]

Periode ini ditandai dengan jadwal tur yang sangat padat. PUP melakukan tur perdana mereka di Inggris, tampil di South By Southwest di Texas, dan festival Groezrock di Belgia. Mereka juga melakukan tur ekstensif di AS bersama The Menzingers, Lemuria, dan Cayetana, serta debut di Australia. Album PUP juga masuk dalam daftar panjang Polaris Music Prize 2014, menandakan pengakuan kritis yang berkembang. [2, 13, 14]

2016–2018: The Dream Is Over: Menghadapi Kerentanan

Album kedua mereka, The Dream Is Over, mengeksplorasi perjuangan pribadi dan kelelahan tur dengan intensitas khas PUP.

“If This Tour Doesn’t Kill You, I Will.”

Pada 27 Mei 2016, PUP merilis album kedua mereka, The Dream Is Over. Judul album ini diambil dari perkataan dokter Stefan Babcock setelah menemukan masalah pada pita suaranya, mencerminkan tema kelelahan dan perjuangan pribadi yang muncul dari jadwal tur mereka yang tak henti-hentinya. Album ini menampilkan suara yang lebih berat dan pemahaman yang lebih jelas tentang identitas band. [2, 8, 15, 31]

The Dream Is Over diterima dengan baik oleh kritikus, yang memuji energi mentah dan lirik introspektifnya. Lagu “DVP” menjadi populer dan bahkan ditampilkan dalam video game. Pada tahun 2017, PUP memenangkan SOCAN Songwriting Prize untuk lagu “DVP”, dan terus melakukan tur secara ekstensif, memperkuat reputasi mereka sebagai salah satu aksi live terbaik. [2, 8, 13]

2019–2021: Morbid Stuff dan Pandemi

PUP meraih penghargaan Juno Award dengan Morbid Stuff, sebelum beradaptasi dengan tantangan pandemi.

Menerima kegelapan dan mencari secercah cahaya.

Album ketiga PUP, Morbid Stuff, dirilis pada 5 April 2019, melalui Little Dipper dan Rise Records. Album ini secara lirik berfokus pada tema kecemasan, depresi, dan kematian, mencerminkan perjuangan pribadi Babcock. Album ini dipuji karena kejujuran dan intensitasnya, dan masuk dalam daftar panjang Polaris Music Prize 2019. [2, 6, 7, 10]

Pada tahun 2020, Morbid Stuff memenangkan Juno Award untuk Alternative Album of the Year, menandai salah satu pencapaian terbesar mereka. Di tengah pandemi COVID-19 yang mengganggu jadwal tur, band ini tetap produktif dengan merilis EP enam lagu, This Place Sucks Ass, pada 27 Oktober 2020. Mereka juga berkolaborasi dalam lagu Natal “It’s Christmas and I Fucking Miss You” dengan Charly Bliss. [2, 3, 13]

2022–2024: THE UNRAVELING OF PUPTHEBAND: Eksperimen Sonik

Album keempat PUP menunjukkan eksplorasi sonik yang lebih luas, menambahkan elemen baru ke suara punk mereka yang khas.

Tidak ada yang lebih PUP daripada penurunan yang lambat dan tak terhindarkan menuju penghancuran diri.

Pada 1 April 2022, PUP merilis album studio keempat mereka, THE UNRAVELING OF PUPTHEBAND. Album ini menandai periode eksperimen bagi band, dengan penambahan instrumen seperti horn, synthesizer, dan piano, menghasilkan suara yang lebih padat dan frenetik. Album ini diproduksi oleh Peter Katis dan menampilkan kontribusi dari artis lain, memperluas jangkauan musik mereka. [2, 3, 5, 16]

Lirik-lirik di album ini menyelami tema-tema seperti ketakutan eksistensial, keputusasaan, dan “Grim Reaping”, dengan Babcock menyatakan, “Tidak ada yang lebih PUP daripada penurunan yang lambat dan tak terhindarkan menuju penghancuran diri.” THE UNRAVELING OF PUPTHEBAND masuk dalam daftar panjang Polaris Music Prize 2022 dan diikuti dengan tur yang luas di Kanada, Amerika, dan Eropa. [3, 16]

2025–Sekarang: Who Will Look After the Dogs?: Refleksi dan Pertumbuhan

Album kelima PUP, Who Will Look After the Dogs?, menghadirkan refleksi mendalam tentang perubahan hidup dan hubungan pribadi.

Album paling lugas, tanpa embel-embel, dan paling keras.

Pada 2 Mei 2025, PUP meluncurkan album studio kelima mereka, Who Will Look After the Dogs?. Album ini ditulis oleh Stefan Babcock setelah mengalami perpisahan dan merasa terisolasi, yang mengarah pada lirik-lirik yang lebih reflektif dan rentan. Album ini diproduksi oleh John Congleton dan digambarkan sebagai karya mereka yang paling lugas, tanpa embel-embel, dan paling keras hingga saat ini, kembali ke intensitas album debut mereka. [2, 5, 20, 23, 28]

Album ini didahului oleh empat single: “Paranoid”, “Hallways”, “Get Dumber” (menampilkan Jeff Rosenstock), dan “Olive Garden”. PUP juga mengumumkan tur utama bersama Jeff Rosenstock, “A Cataclysmic Rapture of Friendshipness”, yang dimulai pada September 2025. Who Will Look After the Dogs? masuk dalam daftar panjang Polaris Music Prize 2026 dan dinominasikan untuk Juno Award for Alternative Album of the Year pada Juno Awards 2026. [2, 20, 23, 32]

Info
Dibentuk
2010
Aktif
2010s – sekarang
Kota Asal
Toronto, Ontario, Canada
Anggota
Stefan Babcock2010 – sekarang
guitar, lead vocals
Nestor Chumak2010 – sekarang
background vocals, bass
Zack Mykula2010 – sekarang
background vocals, drums (drum set)
Steve Sladkowski2010 – sekarang
background vocals, guitar
Asal
Kanada
Fun Fact
📋
Fitur daftar segera hadir
Berita & Feature
Lihat semua berita →
Riwayat Chart
📈
Riwayat chart segera hadir
Diskusi

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: PUP”