
“When we started out, we were just kids, and rock 'n' roll was just really coming in, and we thought, 'If we're lucky, we've got a couple of years.'”
Karier Paul McCartney dimulai pada tahun 1957 ketika ia bertemu John Lennon dan bergabung dengan band skiffle mereka, The Quarrymen, yang kemudian berevolusi menjadi The Beatles pada tahun 1960. Sebagai pemain bass, kibordis, dan salah satu penulis lagu utama bersama Lennon, McCartney menjadi kekuatan pendorong di balik kesuksesan tak tertandingi The Beatles. Kemitraan penulisan lagu Lennon-McCartney menghasilkan banyak lagu hit nomor satu di AS dan Inggris, mendefinisikan era Beatlemania dan mengangkat musik populer menjadi bentuk seni yang kreatif dan komersial.
Album-album inovatif seperti Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band dan Abbey Road menunjukkan eklektisisme musikal dan eksperimen studio mereka. Lagu-lagu seperti “Yesterday” dan “Eleanor Rigby” menjadi beberapa lagu yang paling banyak di-cover dalam sejarah. Setelah satu dekade mengubah lanskap musik, The Beatles bubar pada tahun 1970, menandai berakhirnya sebuah era yang tak tertandingi dalam sejarah musik.
“I didn't really want to keep going as a solo artist [...] so it became obvious that I had to get a band together.”
Setelah bubarnya The Beatles pada tahun 1970, McCartney memulai karier solonya dengan album McCartney, di mana ia memainkan semua instrumen dan vokal. Album ini diikuti oleh Ram pada tahun 1971, yang menampilkan kolaborasi dengan istrinya, Linda McCartney. Pada tahun yang sama, McCartney membentuk band Wings bersama Linda McCartney dan gitaris Denny Laine, dengan tujuan untuk memulai kembali dari awal tanpa tekanan ekspektasi supergrup.
Wings berkembang menjadi salah satu band paling sukses di tahun 1970-an, dikenal karena eklektisisme musikal dan kesuksesan komersial mereka, termasuk lima album nomor satu berturut-turut di AS. Mereka menghasilkan banyak hit seperti “My Love”, “Live and Let Die”, dan “Band on the Run”, dengan album Band on the Run (1973) yang mendapat pujian kritis. Band ini bubar pada tahun 1981 setelah satu dekade tur dan perilisan album.
“Love is the oldest secret of the universe.”
Setelah Wings, Paul McCartney melanjutkan karier solonya yang produktif, merilis album McCartney II pada tahun 1980, yang menampilkan eksperimen musik elektronik. Sepanjang tahun 1980-an dan 1990-an, ia berkolaborasi dengan beberapa artis paling terkenal di dunia, termasuk duet “Ebony and Ivory” dengan Stevie Wonder dan “Say Say Say” dengan Michael Jackson, yang keduanya menjadi hit nomor satu. Ia juga menjelajahi musik klasik dengan karya-karya seperti Liverpool Oratorio dan Standing Stone.
McCartney terus merilis album solo seperti Flowers in the Dirt (1989) dan Flaming Pie (1997), sambil juga terlibat dalam proyek The Beatles Anthology pada pertengahan 1990-an. Pada tahun 1997, ia dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II. Periode ini juga ditandai dengan tragedi, yaitu meninggalnya istrinya, Linda McCartney, pada tahun 1998, yang menginspirasinya untuk merilis album Run Devil Run (1999) dan A Garland for Linda sebagai penghormatan.
“You can't indoctrinate kids. They just either like it or they don't.”
Memasuki milenium baru, Paul McCartney terus menunjukkan vitalitas kreatifnya dengan album-album yang mendapat pujian kritis seperti Chaos and Creation in the Backyard (2005) dan Memory Almost Full (2007). Ia mempertahankan jadwal tur yang padat, dengan “Got Back” tour pada tahun 2022. Album solonya yang ke-18, McCartney III, dirilis pada tahun 2020 selama pandemi, melanjutkan tradisi eksperimen mandiri dari dua album ‘McCartney’ sebelumnya.
Pada Mei 2026, ia merilis album studio ke-20, The Boys of Dungeon Lane, yang debut di posisi nomor satu di Inggris. McCartney terus diakui atas kontribusinya yang luar biasa terhadap musik, memegang Rekor Dunia Guinness sebagai penulis lagu paling sukses dalam sejarah. Dengan karier yang membentang lebih dari enam dekade, ia tetap menjadi seniman yang sangat berpengaruh, dengan musiknya yang terus beresonansi di berbagai generasi.
Jadilah yang pertama berbagi tentang Paul McCartney