Simpan lagu & beri skor Masuk untuk mulai
Temukan
Editorial
Telusuri
Language
Keluar

Keluar dari akun?

Ya, keluar Batal

Kirim ulang email Tutup

Masuk ke whisp.fm

Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.

Lanjutkan dengan Google
atau

Belum punya akun?

Buat akun

Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.

Lanjutkan dengan Google
atau
whisp.fm/u/

Sudah punya akun?

Reset kata sandi

Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.

Tautan dikirim ke . Periksa kotak masukmu.

Language

Indonesia English
Band

Letto

Indonesia · 2000s – sekarang
L
1Lagu
·
1News
Perjalanan Karir
2004-2006: Awal Mula dan Gebrakan Debut

Letto muncul dari Yogyakarta dan segera mengukir nama dengan debut album yang meraih platinum.

“Sandaran Hati” – melodi yang menancap di hati.

Dibentuk pada tahun 2004 di Yogyakarta, Letto memulai perjalanannya dengan formasi awal yang terdiri dari Noe sebagai vokalis, Patub pada gitar, Arian sebagai bassis, dan Dhedot pada drum. Persahabatan mereka telah terjalin sejak bangku SMA, dan setelah sempat terpisah untuk kuliah, mereka kembali bersatu untuk berkarya.

Grup ini mencuri perhatian publik dengan album debut mereka, Truth, Cry, and Lie, yang dirilis pada tahun 2005. Album ini melahirkan sejumlah singel hit seperti “Sampai Nanti, Sampai Mati”, “Sandaran Hati”, dan “Ruang Rindu”, yang tidak hanya populer di Indonesia tetapi juga merambah pasar musik Malaysia. Kesuksesan ini mengantarkan Letto meraih penghargaan ‘Album Pendatang Baru’ di SCTV Music Award 2007 dan ‘Grup Musik Terbaik’ di Planet Muzik 2007 Singapura, dengan penjualan album mencapai 510.000 kopi.

2007-2011: Puncak Popularitas dan Kedewasaan Musikal

Letto mengukuhkan posisi di belantika musik dengan album-album sukses dan lirik mendalam.

“Sebelum Cahaya” – sebuah lagu yang menjadi penanda kebesaran Letto.

Melanjutkan kesuksesan awal, Letto merilis album kedua mereka, Don’t Make Me Sad, pada tahun 2007. Album ini kembali menelurkan hit besar seperti “Sebelum Cahaya”, yang video klipnya dibintangi oleh seorang model tuna rungu, serta “Permintaan Hati”. Album ini sukses besar, bahkan meraih penghargaan Double Platinum.

Pada tahun 2009, Letto merilis album ketiganya, Lethologica, dengan singel andalan “Lubang di Hati”, diikuti oleh Cinta… Bersabarlah pada tahun 2011. Periode ini juga menandai pergeseran dalam penulisan lirik, dengan Letto mulai lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia. Meskipun banyak yang mengira mereka vakum sekitar tahun 2011, Letto sebenarnya tetap aktif bermusik.

2012-Sekarang: Transformasi dan Eksistensi Berkelanjutan

Letto terus berkarya dengan penambahan anggota dan merilis singel-singel baru.

“Kasih Tak Memilih” – bukti konsistensi di tengah perubahan.

Setelah serangkaian album studio, Letto merilis album kompilasi Best Of The Best Letto pada tahun 2014. Era ini juga ditandai dengan perubahan formasi, di mana Cornel (gitaris) dan Widi (keyboardis), yang sebelumnya adalah pemain tambahan, resmi bergabung sebagai anggota tetap pada tahun 2016.

Letto terus menunjukkan eksistensinya dengan merilis singel-singel seperti “Kasih Tak Memilih” (2016), “Kangen Deso” (2018), dan “Fatwa Hati” (2020). Pada tahun 2022, bassis Arian mengambil jeda, dan posisinya diisi oleh Darto sebagai bassis tur. Letto juga merilis album Anthology di tahun 2022 dan singel “Sebening Senja” di tahun 2025, membuktikan bahwa mereka tetap aktif berkarya dan manggung di berbagai kota, menjaga koneksi dengan para penggemar setia mereka.

Info
Dibentuk
2004
Aktif
2000s – sekarang
Genre
Pop
Kota Asal
Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia
Asal
Indonesia
Sosial
Fun Fact
📋
Fitur daftar segera hadir
Berita & Feature
Lihat semua berita →
Riwayat Chart
📈
Riwayat chart segera hadir
Diskusi

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: Letto”