Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.
Lanjutkan dengan GoogleBelum punya akun?
Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.
Lanjutkan dengan GoogleSudah punya akun?
Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.

“And On That Day Our Captain Went Off The Deck”
Pada tahun 2016, dari kancah musik Bandung, Indonesia, lahir sebuah trio bernama Hulica. Dengan Djodi Fauzan Rahman pada vokal dan bass, Yana Setya Nugraha pada gitar dan vokal, serta Dimaz Ramadhan Putra pada drum, band ini segera menarik perhatian dengan perpaduan unik genre emo, indie rock, math rock, progressive rock, dan screamo mereka. Hulica dikenal karena pendekatan musik math-rock yang kompleks dan dinamis, dibubuhi narasi personal yang sentimental.
Pada awal karir mereka, Hulica mulai membentuk identitas musikal yang jarang mengulang struktur lagu, membuat setiap komposisi terasa linear dan penuh energi. Rilisan pertama yang diketahui, single “And On That Day Our Captain Went Off The Deck” pada akhir tahun 2017, menjadi penanda penting. Single ini direncanakan akan menjadi bagian dari mini-album dan juga dirilis dalam format CD-R, dilengkapi dengan dua trek dari demo EP mereka, yaitu “Pokémon Hype Club” dan “Axonica’s”.
“an imperfect mangrove, Pt. I”
Periode ini menandai fase penting bagi Hulica, di mana mereka mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas dan memperkuat kehadiran mereka di kancah musik. Pada tahun 2019, band ini menampilkan sesi langsung yang memukau dari lagu “i heard you like jazz, but i’m in a fast jazz band that you won’t be able to dance with” di Music Festifile 2019, menunjukkan kemampuan live mereka yang energik dan teknis.
Puncak dari era ini adalah perilisan single “an imperfect mangrove, Pt. I” pada 10 Mei 2020, yang disertai dengan video lirik resmi. Single ini, yang dirilis oleh Haum Entertainment, menampilkan cerita yang menyentuh hati tentang refleksi diri dan penemuan. Dengan menambahkan elemen post-rock ke dalam suara khas mereka yang secara ritmis kompleks namun harmonis, Hulica berhasil menciptakan suasana yang lebih lembut dan emosional, memperdalam kedalaman naratif musik mereka. Rilisan ini juga diumumkan sebagai bagian dari EP baru yang akan datang.
“i heard you like jazz, but i'm in a fast jazz band that you won't be able to dance with”
Setelah kesuksesan “an imperfect mangrove, Pt. I”, Hulica terus mengukir jejak di kancah musik. Meskipun detail rilisan setelah tahun 2020 tidak banyak terekam dalam catatan publik, kehadiran mereka di platform streaming musik dengan lagu-lagu populer seperti “i heard you like jazz, but i’m in a fast jazz band that you won’t be able to dance with” dan “Grandma’s Elegy (Bonus Track)” menunjukkan konsistensi dan daya tarik musik mereka yang berkelanjutan.
Hulica tetap menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam genre math-rock dan emo Indonesia, dikenal karena aransemen yang tidak terduga dan lirik yang mendalam. Mereka terus menjadi inspirasi bagi band-band lain yang berani mengeksplorasi batas-batas genre dan menyampaikan cerita melalui kompleksitas musikal.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: Hulica”