Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.
Lanjutkan dengan GoogleBelum punya akun?
Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.
Lanjutkan dengan GoogleSudah punya akun?
Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.

"Mean It"
Gracie Abrams memulai perjalanan musik profesionalnya pada tahun 2019, setelah memutuskan untuk rehat dari studinya di Barnard College untuk fokus pada karirnya. Ia menandatangani kontrak dengan Interscope Records dan merilis single debutnya, “Mean It”. Single ini menampilkan suara uniknya dan vokal yang menawan, menempatkannya sebagai bintang yang sedang naik daun.
Karirnya semakin berkembang dengan perilisan EP debutnya, Minor, pada Juli 2020. EP ini menampilkan genre bedroom pop, electropop, dan indie folk, dengan lirik introspektif dan produksi minimalis yang menonjolkan penyampaian vokalnya yang emosional. Minor mencakup single-single populer seperti “21” dan “I Miss You, I’m Sorry,” yang membantunya membangun basis penggemar yang kuat.
"Feels Like"
Pada tahun 2021, Gracie Abrams terus mengeksplorasi suaranya dengan merilis single kolaboratif “Unlearn” bersama Benny Blanco, serta single solo “Mess It Up”. Puncak dari periode ini adalah perilisan EP keduanya, This Is What It Feels Like, pada 12 November 2021. EP ini menampilkan introspeksi mentah terhadap pengalaman emosional paling intim, seperti pengkhianatan diri dan ketidakamanan, dengan Abrams mengambil peran lebih besar dalam proses produksi.
This Is What It Feels Like diproduksi bersama Aaron Dessner, Joel Little, dan Blake Slatkin, dan didukung oleh single seperti “Feels Like” dan “Rockland”. Untuk mendukung EP ini, Abrams memulai tur “This Is What It Feels Like Tour” pada tahun 2022, melintasi Amerika Utara dan Eropa. Ia juga mendapatkan kesempatan besar untuk membuka tur “Sour Tour” Olivia Rodrigo, yang semakin memperluas jangkauan audiensnya.
"Good Riddance berarti menyerah pada perubahan."
Pada awal tahun 2023, Gracie Abrams mencapai tonggak penting dalam karirnya dengan merilis album studio debutnya, Good Riddance, pada 24 Februari. Album ini, yang diproduksi dan ditulis bersama oleh kolaborator lamanya Aaron Dessner dari The National, menggali tema cinta, kehilangan, dan penemuan diri, beresonansi mendalam dengan pendengar muda. Abrams menggambarkan Good Riddance sebagai “menyerah pada perubahan,” dan album tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penceritaan dan produksi.
Good Riddance didukung oleh single-single seperti “Difficult,” “Where Do We Go Now?”, dan “Amelie.” Album ini mendapatkan sambutan kritis dan membawa Abrams nominasi Grammy Award untuk Best New Artist. Selain itu, tahun 2023 menjadi tahun yang monumental karena ia bergabung dengan “The Eras Tour” Taylor Swift sebagai artis pembuka, memberinya platform yang tak tertandingi untuk menampilkan musiknya kepada khalayak global.
"This album is kind of like the inner tornado."
Pada Juni 2024, Gracie Abrams merilis album studio keduanya, The Secret of Us, yang menandai puncak karirnya. Album ini, yang juga diproduksi bersama Aaron Dessner, menampilkan kolaborasi dengan Taylor Swift pada lagu “Us,” yang kemudian dinominasikan untuk Grammy Award for Best Pop Duo/Group Performance. The Secret of Us menjadi karya Abrams yang paling ekspansif, baik secara sonik maupun naratif, dan berhasil menduduki puncak tangga lagu di beberapa negara, termasuk Australia, Kanada, dan Inggris, serta debut di nomor dua di Billboard 200 AS.
Album ini didukung oleh single “Risk” dan “Close to You,” dan Abrams memulai “The Secret of Us Tour” pada September 2024. Sebuah edisi deluxe dari The Secret of Us dirilis pada Oktober 2024, menampilkan empat lagu baru termasuk “That’s So True,” yang menjadi hit nomor satu pertamanya di UK Singles Chart. Dengan proyek-proyek ini dan terus menjadi artis pembuka untuk “The Eras Tour” Taylor Swift hingga tahun 2024, Gracie Abrams telah mengukuhkan posisinya sebagai bintang pop global.



Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: Gracie Abrams”