Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.
Lanjutkan dengan GoogleBelum punya akun?
Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.
Lanjutkan dengan GoogleSudah punya akun?
Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.

Selamat datang di Heaven's Fence, tempat di mana takdir terungkap.
Dibentuk pada tahun 2001 di Nyack, New York, Coheed and Cambria dengan cepat membedakan diri mereka dalam kancah progressive rock dan metal. Dengan Claudio Sanchez sebagai vokalis dan gitaris utama, Travis Stever di gitar, Michael Todd di bass, dan Josh Eppard di drum, band ini memulai perjalanan ambisius dengan The Amory Wars, sebuah saga fiksi ilmiah yang ditulis oleh Sanchez sendiri.
Album debut mereka, The Second Stage Turbine Blade (2002), diikuti oleh In Keeping Secrets of Silent Earth: 3 (2003) dan Good Apollo I’m Burning Star IV, Volume One: From Fear Through the Eyes of Madness (2005), menjadi fondasi narasi epik ini. Dengan lagu-lagu seperti “A Favor House Atlantic” dan “Blood Red Summer” yang mendapatkan perhatian luas, band ini tidak hanya menarik penggemar progressive rock tetapi juga pendengar yang terpikat oleh melodi yang menarik dan alur cerita yang mendalam.
Bukan dunia untuk hari esok, tetapi pelangi hitam di masa lalu.
Tahun 2006 menandai periode transisi bagi Coheed and Cambria ketika Josh Eppard dan Michael Todd meninggalkan band. Namun, Michael Todd kembali pada April 2007, dan Chris Pennie (mantan drummer The Dillinger Escape Plan) bergabung pada Juni 2007 untuk mengisi posisi drummer. Dengan lineup baru ini, mereka merilis Good Apollo I’m Burning Star IV, Volume Two: No World for Tomorrow (2007), yang secara konseptual menyimpulkan saga Good Apollo.
Era ini berlanjut dengan Year of the Black Rainbow (2010), sebuah album prekuel yang menyelami asal-usul The Amory Wars dan menjelaskan bagaimana karakter utama Coheed dan Cambria Kilgannon diciptakan. Album ini merupakan satu-satunya penampilan studio Chris Pennie dan yang terakhir menampilkan Michael Todd di bass, sebelum Eppard kembali pada November 2011 dan Zach Cooper bergabung sebagai bassis pada April 2012, membentuk lineup stabil yang bertahan hingga saat ini.
Mungkin ada warna sebelum matahari, sebuah kisah yang tidak terikat.
Dengan kembalinya Josh Eppard dan masuknya Zach Cooper, Coheed and Cambria memasuki era baru dengan lineup yang solid. Mereka merilis The Afterman: Ascension (2012) dan The Afterman: Descension (2013), sebuah album ganda yang berfungsi sebagai prekuel lain dalam mitos The Amory Wars, menceritakan kisah ilmuwan Sirius Amory. Album-album ini memperlihatkan kedalaman musikal dan naratif yang terus berkembang dari band.
Pada tahun 2015, Coheed and Cambria mengejutkan penggemar dengan The Color Before the Sun, album studio pertama mereka yang tidak terikat pada saga The Amory Wars. Album ini, yang lebih bersifat otobiografi bagi Claudio Sanchez, menjelajahi tema-tema pribadi seperti menjadi seorang ayah dan transisi kehidupan, menunjukkan kemampuan band untuk beresonansi dengan tema-tema universal sambil tetap mempertahankan gaya progressive rock khas mereka.
Makhluk tak berpenghuni, sebuah jendela pikiran yang terjaga.
Setelah jeda singkat dari narasi utama, Coheed and Cambria kembali ke dunia The Amory Wars dengan dimulainya pentalogi Vaxis. Vaxis – Act I: The Unheavenly Creatures dirilis pada tahun 2018, memperkenalkan karakter baru dan melanjutkan cerita epik mereka. Ini diikuti oleh Vaxis – Act II: A Window of the Waking Mind pada tahun 2022.
Saga ini terus berlanjut dengan perilisan Vaxis – Act III: The Father of Make Believe pada Maret 2025. Sanchez telah mengungkapkan bahwa seri Vaxis terinspirasi sebagian oleh pengalamannya menjadi seorang ayah, menghubungkan kembali fiksi dengan realitas pribadinya. Dengan komitmen yang tak tergoyahkan terhadap penceritaan yang kompleks dan musikalitas progressive yang kuat, Coheed and Cambria terus memukau penggemar dan memperluas warisan mereka dalam genre ini.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: Coheed and Cambria”