Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.
Lanjutkan dengan GoogleBelum punya akun?
Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.
Lanjutkan dengan GoogleSudah punya akun?
Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.

“This band was just a thing that we thought we were going to get to do for a little bit.”
August Burns Red didirikan pada bulan Maret 2003 di Lancaster, Pennsylvania, ketika para anggotanya masih duduk di bangku sekolah menengah. Formasi awal band ini meliputi Jon Hershey (vokal), JB Brubaker (gitar), Brent Rambler (gitar), Matt Greiner (drum), dan Jordan Tuscan (bass). Mereka merilis EP pertama mereka, Looks Fragile After All, pada tahun 2004 di bawah label CI Records. Pada tahun yang sama, Jon Hershey keluar dan digantikan oleh Josh McManness sebagai vokalis.
Setelah beberapa bulan tampil dengan McManness, August Burns Red menandatangani kontrak dengan Solid State Records pada tahun 2005 dan merilis album penuh pertama mereka, Thrill Seeker, pada 8 November 2005. Namun, pada tahun 2006, McManness dan Jordan Tuscan juga meninggalkan band. Jake Luhrs kemudian mengambil alih posisi vokalis, dan Dustin Davidson bergabung sebagai bassis, membentuk formasi yang konsisten hingga saat ini.
“Messengers” – Album yang menempatkan mereka di peta industri.
Era ini menandai terobosan besar bagi August Burns Red dengan rilisnya album Messengers pada 19 Juni 2007. Album ini menjadi debut Jake Luhrs sebagai vokalis utama dan berhasil mencapai peringkat 81 di Billboard 200, mengukuhkan posisi mereka di kancah metalcore. Kesuksesan ini diikuti dengan tur ekstensif di Amerika Utara dan Eropa, memperluas basis penggemar mereka secara global.
Pada tahun 2009, mereka merilis Constellations, yang debut di peringkat 24 Billboard 200 dan dinominasikan untuk Dove Award. Album ini dikenal dengan lagu-lagu seperti “Marianas Trench” dan “Thirty and Seven”, yang menyoroti teknikalitas dan kompleksitas aransemen mereka. Band ini melanjutkan tren positif dengan Leveler (2011), yang juga sukses secara komersial, dan merilis album liburan unik August Burns Red Presents: Sleddin’ Hill pada 2012, menunjukkan sisi eksperimental mereka.
“Rescue & Restore” – Menyelamatkan dan memulihkan genre metalcore.
Pada tahun 2013, August Burns Red merilis Rescue & Restore, album keenam mereka yang mencapai peringkat 9 di Billboard 200, menjadi pencapaian tertinggi mereka saat itu. Album ini dipuji karena mendorong batas-batas genre metalcore dengan elemen orkestra dan struktur lagu yang dinamis. Setelah Rescue & Restore, mereka beralih dari Solid State Records ke Fearless Records pada tahun 2014.
Perpindahan label ini diikuti dengan rilis Found in Far Away Places pada tahun 2015, yang membawa mereka ke panggung Grammy Awards dengan nominasi untuk kategori Best Metal Performance untuk lagu “Identity” pada tahun 2016. Mereka kembali meraih nominasi Grammy pada tahun 2018 untuk lagu “Invisible Enemy” dari album Phantom Anthem (2017), semakin mengukuhkan status mereka sebagai inovator dalam genre metal.
“Season of Surrender” – Mengintegrasikan breakdown brutal dengan sentuhan instrumental.
Memasuki tahun 2020-an, August Burns Red terus menunjukkan konsistensi dan evolusi. Album Guardians dirilis pada tahun 2020, diikuti oleh edisi ulang tahun ke-10 dari Leveler pada tahun 2021. Pada tahun 2023, mereka merilis Death Below, yang menampilkan materi yang lebih gelap dan reflektif.
Band ini kembali menandatangani kontrak dengan Fearless Records dan pada tahun 2026, mereka merilis album kesepuluh mereka, Season of Surrender. Album ini dipuji karena mengintegrasikan breakdown brutal dari era klasik mereka dengan sentuhan instrumental yang dinamis, membuktikan kemampuan mereka untuk tetap relevan dan inovatif dalam kancah musik metalcore yang terus berubah. August Burns Red tetap menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan, terus menciptakan musik yang menantang dan menginspirasi.
Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: August Burns Red”