Simpan lagu & beri skor Masuk untuk mulai
Temukan
Editorial
Telusuri
Language
Keluar

Keluar dari akun?

Ya, keluar Batal

Kirim ulang email Tutup

Masuk ke whisp.fm

Simpan lagu favoritmu, beri rating, dan jelajahi musik bersama.

Lanjutkan dengan Google
atau

Belum punya akun?

Buat akun

Bergabung untuk simpan, nilai, dan diskusi bersama.

Lanjutkan dengan Google
atau
whisp.fm/u/

Sudah punya akun?

Reset kata sandi

Kami akan mengirim tautan reset ke emailmu.

Tautan dikirim ke . Periksa kotak masukmu.

Language

Indonesia English
Penyanyi

Atlesta

Indonesia · 2010s – sekarang
A
1Lagu
·
1News
Perjalanan Karir
2012-2013: Awal Mula Elektronik Pop

Fifan Christa memperkenalkan Atlesta sebagai proyek solonya, menancapkan jejak di kancah musik elektronik pop Indonesia.

"Sixty Nine All Right"

Proyek musik Atlesta lahir pada tahun 2012 dari tangan dingin Fifan Christa, seorang penyanyi dan penulis lagu asal Malang, Indonesia. Awalnya, proyek ini terbentuk saat Fifan terlibat dalam produksi soundtrack untuk sebuah Festival Project di Thailand. Dengan cepat, Atlesta memposisikan diri sebagai salah satu pionir musik elektronik di kota asalnya, Malang, menghadirkan nuansa pop elektronik dengan sentuhan R&B.

Pada Juni 2012, Atlesta merilis single perdananya yang berjudul “Sixty Nine All Right”. Lagu ini menjadi penanda awal perjalanan musikal mereka, memperkenalkan gaya khas Atlesta yang memadukan melodi yang catchy dengan produksi elektronik yang segar. Debut album studio mereka, Secret Talking, juga dirilis pada tahun yang sama, mengukuhkan fondasi Atlesta di industri musik independen Indonesia.

2014-2016: Sensasi dan Eksplorasi

Dengan album _Sensation_, Atlesta memperkuat identitas musiknya, diikuti dengan rilis live dan dokumenter.

Sensation

Pada tahun 2014, Atlesta kembali dengan album kedua yang berjudul Sensation, yang semakin memantapkan identitas musikalnya di genre elektronik pop. Album ini menampilkan eksplorasi suara yang lebih matang, memperluas palet sonik Atlesta dan menarik perhatian pendengar yang lebih luas. Kesuksesan Sensation kemudian mendorong rilis edisi deluxe dan album live berjudul Live at Boulevard Hill pada tahun 2015.

Periode ini juga ditandai dengan rilisnya sebuah film dokumenter musik berdurasi penuh yang berjudul “Lost After Løvv”, yang turut menampilkan lagu-lagu dari Live at Boulevard Hill. Dokumenter ini memberikan gambaran lebih dalam tentang proses kreatif dan perjalanan Atlesta, awalnya dirilis dalam format DVD dan kemudian tersedia di kanal YouTube resmi Atlesta. Era ini menunjukkan pertumbuhan signifikan Atlesta, tidak hanya dalam produksi musik tetapi juga dalam presentasi artistik yang lebih komprehensif.

2017-2018: Gestures Sinematik

Atlesta merilis _Gestures_, sebuah album ambisius yang memperkaya lanskap suaranya dengan nuansa sinematik.

"This is the most complex album for me."

Tahun 2017 menjadi tonggak penting bagi Atlesta dengan perilisan album ketiganya, Gestures, pada 17 Juli. Album ini disebut sebagai karya Atlesta yang paling ambisius, menantang, dan kaya akan nuansa sinematik. Fifan Christa sendiri mengakui bahwa proses pengerjaan album ini memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, dengan materi yang dikumpulkan sejak 2015 dan direkam di berbagai studio pada tahun 2016.

Gestures menghadirkan 13 lagu, termasuk “Shovia”, “Recalling”, dan “Pure Fantasy”, yang dirilis melalui label Pops You Good. Album ini sangat dipengaruhi oleh kecintaan Fifan pada film-film indie-cult serta terinspirasi oleh komposer film seperti Thomas Newman dan Hans Zimmer. Dalam karya ini, Atlesta menyajikan perpaduan ambient pop dengan pengaruh nu-disco, dream pop, darkwave, soul, R&B, dan musik elektronik tahun 70-an, menunjukkan evolusi musikal yang signifikan.

2019-Sekarang: Persona Baru dan Inovasi Lirik

Atlesta memasuki babak baru dengan persona Royalé Da Gustav dan mulai merangkul lirik berbahasa Indonesia.

"Pesona"

Setelah era Gestures, Atlesta terus berinovasi dengan memperkenalkan persona baru bernama “Royalé Da Gustav” yang menandai fase baru dalam karirnya. Pada akhir tahun 2018, Atlesta membuat gebrakan dengan merilis “Pesona”, single pertamanya yang sepenuhnya berbahasa Indonesia, menunjukkan kemauan untuk bereksperimen dengan lirik lokal.

Perjalanan Atlesta berlanjut dengan perilisan single “Living the Rumour” pada 15 Maret 2019, yang juga dilengkapi dengan video musik dan direncanakan akan masuk dalam EP yang rilis pada pertengahan 2019. Selain itu, Atlesta juga telah merilis single seperti “Icarus (See You Well)” pada tahun 2022, “Sincerely Forever” pada tahun 2023, serta “Jangan Jatuh Cinta Di Jakarta” dan “Attention” yang tercatat rilis pada tahun 2025. Era ini menunjukkan adaptasi dan eksplorasi berkelanjutan Atlesta, baik dalam identitas artistik maupun bahasa liriknya.

Info
Aktif
2017 – sekarang
Genre
Pop
Kota Asal
Indonesia
Asal
Indonesia
Fun Fact
📋
Fitur daftar segera hadir
Berita & Feature
Lihat semua berita →
Riwayat Chart
📈
Riwayat chart segera hadir
Diskusi

Jadilah yang pertama berbagi pendapat tentang “Privat: Artist Discussion: Atlesta”